Skripsi
Pengaruh model pembelajaran Case Based Learning (CBL) terhadap kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran sejarah siswa Kelas X SMK Islam Batu / Khoirul Lianur Asfiya
Abstrak
Sebagai upaya mengaitkan materi pelajaran dengan isu-isu sosial dalam rangka pemecahan masalah secara kolaboratif pembelajaran sejarah diberikan agar dapat digunakan siswa untuk menelusuri masa yang akan datang. Dalam pelaksanaannya pembelajaran sejarah memiliki peran penting dalam membangun kemampuan berpikir kritis karena pada dasarnya untuk mempelajari sejarah seorang sejarawan harus mampu menganalisis dengan baik segala peristiwa sejarah yang terjadi. Kemampuan berpikir kritis mampu menciptakan siswa unggul yang mempunyai keahlian menyelesaikan permasalahan dalam menghadapi problematika di masa depan. Sekolah yang berfokus pada pengembangan kemampuan berpikir kritis perlu mengubah cara mereka dalam melakukan pembelajaran terutama untuk menerapkan model-model pembelajaran yang baru. Penerapan model pembelajaran yang sesuai dapat memperkuat kemampuan berpikir kritis para siswa. Dengan model pembelajaran Case Based Learning (CBL) tentunya mampu memimbing siswa dalam melakukan pengembangan kemampuan berpikir kritis yang dimilikinya. Oleh karenanya dengan kemampuan berpikir kritis yang terus berkembang siswa dapat memahami arti dari peristiwa sejarah yang sudah diberikan. Disamping itu pemahaman sejarah mereka akan ikut berkembang dan tidak hanya terpaku pada penjelasan guru. Rumusan masalah pada penelitian ini antara lain (1) Bagaimana kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMK Islam Batu yang tidak diajarkan model pembelajaran CBL (2) Bagaimana kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMK Islam Batu yang diajarkan model pembelajaran CBL (3) Bagaimana pengaruh model pembelajaran CBL terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMK Islam Batu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis kuantitatif eksperimen. Bentuk yang dipakai yaitu Quasi Eksperiment dengan tipe Non equivalent Control Group Design. Populasi yang digunakan pada studi ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Islam Batu sedangkan sampel yang digunakan adalah kelas X KEU-3 sebagai kelas eksperimen dan X KEU-2 sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan Nonprobability Sampling dengan metode Purposive Sampling dimana didasarkan pada kriteria tertentu. Instrumen yang hendak dipakai terlebih dahulu diujicobakan kepada siswa untuk dilakukannya uji validitas reliabilitas tingkat kesukaran dan daya beda butir soal. Sumber data dalam penelitian ini didapat dari hasil pretest dan posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Sumber data ini selanjutnya dilakukan proses analisis menggunakan uji prasyarat yakni uji normalitas dan uji homogenitas. Kemudian dalam melakukan uji hipotesis penelitian dilaksanakan uji paired sample t-Test dan uji independent sample t-Test. Luaran penelitian ini menunjukkan (1) Kemampuan berpikir kritis siswa dalam kelas eksperimen mendapatkan nilai rata-rata pretest sebanyak 54 58 dan posttest sebanyak 78 45 dengan perolehan nilai gain score sebanyak 23 87. (2) Kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas kontrol mendapatkan nilai rata-rata prettest sebesar 48 25 dan posttest sebesar 68 25 dengan perolehan nilai gain score sebesar 20. (3) Adanya perbedaan hasil tes kemampuan berpikir kritis siswa yang signifikan antara kelas yang diberikan perlakuan model pembelajaran CBL dengan menggunakan model pembelajaran PBL. Hal ini didasarkan pada hasil uji Independent Sample t-Test didapatkan nilai Sig. sebanyak 0 001 lt 0 05 dengan nilai (thitung) 3 545 gt 1 670 (ttabel) sehingga H1 diterima dan H0 ditolak.