Disertasi
Pengembangan sistem adaptive educational hypermedia berbasis gaya belajar untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa / Sumarlin
Abstrak
Sistem pembelajaran yang tersedia di platform pembelajaran daring saat ini beragam masing-masing memiliki fitur dan keunggulan tertentu. Kemampuannya diharapkan dapat membantu proses pembelajaran. Sistem pembelajaran yang ada juga memiliki kualitas yang cukup baik. Namun memiliki fitur yang hampir identik yaitu menyajikan dan mengelola proses pembelajaran dengan model layanan yang hampir identik untuk setiap mahasiswa. Setiap mahasiswa memiliki karakteristik yang berbeda dan gaya belajar yang berbeda menurut penelitian literatur dan observasi di lapangan. Karena itu sebuah sistem baru harus dikembangkan sehingga dapat mengidentifikasi karakter belajar siswa yang berbeda dan memungkinkan untuk beradaptasi dengan gaya belajar mahasiswa. Tujuan dalam penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan model pembelajaran Adaptive educational hypermedia (AEH). Model Pembelajaran AEH dengan pendekatan gaya belajar diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa memenuhi kebutuhan pengajaran dan menyediakan materi yang sesuai dengan gaya belajar mahasiswa. Model Lee amp Owens (2004) digunakan sebagai pedoman untuk pengembangan produk pembelajaran adaptif dalam penelitian ini. Sistem AEH membantu pembelajaran mata kuliah Arsitektur Komputer. Ini mencakup tahapan alur pembelajaran seperti mengidentifikasi gaya belajar menyediakan konten sesuai dengan gaya belajar dan menampilkan hasil pretest dan posttes. Untuk mencapai tujuan meningkatkan hasil belajar siswa pengembangan AEH memanfaatkan pendekatan gaya belajar (learning style) dan pendekatan pembelajaran dalam jaringan (online). Platform pembelajaran daring ini memungkinkan aplikasi untuk disesuaikan dengan gaya belajar mahasiswa. Pengukuran gaya belajar dilakukan dengan menggunakan instrumen pengukuran VARK questionnaire. Aspek materi aspek kontruktif dan aspek bahasa digunakan dalam pengukuran gaya belajar instrumen VARK memenuhi syarat validitas dengan kategori Sangat Valid . Hasil validasi media pembelajaran menunjukkan persentase yang diperoleh sebesar 92 86% dengan jumlah skor 78 dan rerata skor 3 71. Hasil menunjukkan bahwa media pembelajaran memenuhi syarat sangat valid . Hasil validasi desain pembelajaran menunjukkan bahwa media pembelajaran sangat valid dengan skor 44 persentase 91 66% dan skor rata-rata 3 66. Pengukuran hasil belajar dinyatakan sangat valid berdasarkan skor validasi hasil belajar sebesar 52 tingkat persentase sebesar 100% dan skor rata-rata sebesar 4. Data mahasiswa yang terdiri dari sepuluh orang mahasiswa yang (uji kelompok kecil) dan empat puluh orang mahasiswa pada (uji kelompok besar). Hasil pretest kelompok kecil menunjukkan rata-rata nilai 54 783 sementara hasil posttest menunjukkan rata-rata nilai 83 116 dan diperoleh nilai gain score sebesar 0 735 atau termasuk dalam kategori tinggi.. Hasil pretest kelompok besar menunjukkan rata-rata hasil sebesar 50 8345 dan hasil posttest menunjukkan rata-rata hasil sebesar 78 903 dan diperoleh nilai gain score sebesar 0 635. Dalam penelitian ini uji evaluasi sumatif dilakukan dengan menggunakan uji komparasi antara dua model pembelajaran AEHS (n 50) dan web-based learning (n 50). Hasil perbandingan menyatakan bahwa terdapat perbedaan pada hasil rata-rata hasil belajar pada AEHS. dengan rata-rata hasil belajar pada web based learning dengan nilai rata-rata hasil belajar AEHS yang lebih besar dari hasil ratarata hasil belajar yang dicapai oleh web based learning (79 74 gt 71 00). Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah model pembelajar AEHS ini dapat dipergunakan untuk penyajian materi pembelajaran berdasarkan gaya belajar dan karateristik yang dimiliki oleh mahasiswa. Dengan menggunakan model AEHS maka memungkinkan pengajar dapat mengetahui progress pembelajaran yang telah ditempuh oleh mahasiswa. Dengan model ini mahasiswa dapat mempelajari materi sesuai dengan karakteristik atau gaya belajar mahasiswa. Penelitian yang dikerjakan saat ini masih menggunakan materi kuliah yang diselaraskan dengan materi perkuliahan secara konvensional. Meskipun telah mendapatkan hasil belajar yang lebih baik dibanding tanpa penggunaan aplikasi atau menggunakan sistem e-learning lainnya namun seyogyanya untuk penerapan diwaktu mendatang konten materi perlu lebih diperkaya dengan materi terbaru disesuaikan dengan kondisi dan jaman saat ini agar mendapatkan hasil yang lebih optimal.