Skripsi
Relevansi nilai-nilai kearifan lokal kirab sesaji di Desa Wonosari Gunung Kawi pada pembelajaran sejarah kurikulum merdeka / Ratih Maharani
Abstrak
Salah satu hal yang tak kalah penting dalam mempelajari sejarah adalah dengan melestarikan kearifan lokal supaya generasi penerus mengetahui kebudayaan daerah dan menumbuhkan sikap-sikap positif yang tercermin dari adanya tradisi kebudayaantersebut. Permasalahan yang dapat timbul akibat adanya perkembangan zaman yang semakin modern adalah generasi bangsa yang abai terhadap kearifan lokal dan berdampak pada tergerusnya nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi kearifan lokal. Oleh karena itu kurikulum merdeka hadir pada pembelajaran sejarah dengan mewujudkan muatan baru yakni adanya integrasi materi mengenai kearifan lokal. Kirab Sesaji merupakan salah satu kearifan lokal yang berada di Desa Wonosari Gunung Kawi dan di dalamnya terkandung banyak nilai kearifan lokal.Tujuan penulisan penelitian ini untuk (1). Menguraikan muatan kearifan lokal pembelajaran sejarah dalam kurikulum merdeka (2). Menguraikan makna tradisi Kirab Sesaji dan (3). Mengetahui relevansi nilai-nilai kearifan lokal Kirab Sesaji pada pembelajaran sejarah kurikulum merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan studi pustaka dan wawancara. Data yang dikumpulkan bersumber dari sumber primer yaitu wawancara lisan dengan narasumber Suwito selaku kepala desa Wonosari dan sumber sekunder dengan studi kepustakaan seperti eksplorasi jurnal buku-buku serta sumber pustaka lainnya untuk menunjang kepenulisan. Hasil penelitian disimpulkan bahwa Kirab Sesaji mengandung nilai-nilai kearifan lokal berupa nilai religi nilai budaya nilai sosial kemasyarakatan dan nilai pendidikan yang relevan dengan projek penguatan profil pelajar Pancasila pembelajaran sejarah kurikulum merdeka. Tradisi dan nilai-nilai kearifan lokal yang ada pada tradisi Kirab Sesaji ini juga memiliki relevansi dengan pembelajaran sejarah fase E kelas X terkait lingkup materi Kerajaan Islam di Indonesia.