Tugas Akhir
The Sagarmatha sebagai sumber ide dalam penciptaan busana muslim wanita / Amanda Lintang Rahmawanti
Abstrak
Busana muslim wanita The Sagarmatha merupakan busana muslim siap pakai yang dapat digunakan untuk sehari hari atau untuk acara tertentu. Penulis telah membuat 2 busana muslim wanita dengan tema The Sagarmatha. Satu set busana muslim terdiri dari three pieces bagian yaitu terdiri dari atasan tunik outer dan rok. Busana muslim wanita dengan tema The Sagarmatha dibuat dengan perpaduan bahan batik sasirangan bermotif hiris pudak dan terinspirasi dari sebuah serial televisi berjudul Game of Thrones. Pada serial televisi berjudul Game of Thrones terdapat potongan adegan dengan latar tempat sebuah pegunungan bersalju. Penulis memilih karakter seorang tuan putri dan sebuah gunung bersalju sebagai sumber ide motif dan perwujudan pada busana muslim wanita. Proses pembuatan dua busana muslim wanita dengan tema The Sagarmatha melalui beberapa tahap seperti tahap penentuan konsep pembuatan desain perancangan produksi pengukuran pembuatan pola perancangan bahan dan harga produksi finishing dan publikasi. Pada draf pertama penulis menyusun konsep. Kedua penulis membuat perancangan dengan mendesain busana sesuai dengan konsep. Ketiga mempersiapkan ukuran yang akan digunakan untuk membuat pola busana sebagai tahap awal proses perwujudan. Keempat merancang bahan dan harga dengan memperhitungkan jumlah bahan dan biaya produksi yang dibutuhkan. Kelima desain bahan dan harga harus memperhitungkan jumlah dan biaya bahan yang dibutuhkan untuk proses produksi. keenam mulai memproduksi busana hingga tahap finishing. Ketujuh publikasi merupakan langkah terakhir dalam proses penciptaan busana muslim wanita dengan tema The Sagarmatha. Berdasarkan hasil produksi busana muslim wanita ini dapat disimpulkan bahwa penulis telah menghadapi beberapa kendala mulai dari proses penyusunan konsep dan proses penjahitan. Bahan yang digunakan untuk membuat baju dalam (inner) sebaiknya tidak menggunakan bahan drill karena memiliki karakteristik bahan yang tebal dan kaku. Pada saat menjahit furing pada outer batik busana kedua seharusnya dipastikan furing tidak menggelembung agar tidak mengganggu jalan kerja zipper. Proses pembuatan pita tali pada outer busana pertama sebaiknya menggunakan bahan yang sedikit tebal atau dapat juga menggunakan interlining seperti viseline.