Skripsi
Prototype pendeteksi suhu, kelembaban, dan kadar karbon monoksida (co) di Kota Malang sebagai informasi kualitas udara berbasis IOT / Nananda Aulia Lestari
Abstrak
Salah satu dari permasalahan lingkungan yang umum terjadi yaitu pencemaran. Pencemaran lingkungan dapat disebabkan oleh perkembangan industri dan peningkatan jumlah kendaraan bermotor. Sekitar 60-70% gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor masuk ke dalam kategori pencemaran udara. Polusi udara atau disebut dengan pencemaran udara dapat membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan terutama zat pencemar karbon monoksida (CO). Suhu dan kelembaban udara adalah elemen yang dapat menyebabkan pencemaran udara menyebar. Salah satu kota terbesar nomor dua di Jawa Timur adalah Kota Malang. Karena reputasinya sebagai tujuan wisata dan pusat Pendidikan Kota Malang memiliki jumlah lalu lintas yang tinggi sehingga dapat meningkatkan jumlah kendaraan bermotor. Kualitas udara di Kota Malang dapat terpengaruh oleh adanya jumlah kendaraan bermotor yang meningkat. Salah satu wilayah di Kota Malang yaitu Jalan Raya Sawojajar Malang memiliki volume kendaraan bermotor cukup tinggi yang dapat menyebabkan kemacetan lalu lintas. Oleh karena itu perlu dilakukannya monitoring untuk mengetahui suhu udara kelembaban udara dan tingkat gas yang dapat mencemari udara. Pengaplikasian monitoring menggunakan sensor DHT11 untuk mengukur suhu udara dan kelembaban udara dan sensor MQ-7 untuk mengukur gas karbon monoksida serta IoT berupa aplikasi android dengan serial komunikasi Bluetooth yang dikendalikan oleh mikrokontroler NodeMCU ESP32. Membuat prototipe berbasis aplikasi android yang dapat mengukur kualitas udara di Kota Malang dengan mendeteksi suhu kelembaban dan kadar karbon monoksida (CO) merupakan tujuan dari penelitian ini. Metodologi yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R amp D). Hasil dari rancangan prototipe dan aplikasi android dapat bekerja dan berfungsi baik dengan nilai error sebesar 2 62%. Selain itu kualitas udara di Kota Malang memiliki nilai di bawah batas bahaya yang artinya kualitas udara sangat baik.