Disertasi
Proses berpikir reversibel dalam memecahkan masalah aljabar ditinjau dari adversity quotient siswa / Fadrik Adi Fahrudin
Abstrak
Berpikir reversibel memiliki peran penting dalam proses pemahaman matematika karena dilakukan melalui pembalikan mental dimana siswa mengembangkan proses pemikiran dari permulaan sampai akhir dan dari akhir kembali ke permulaan lagi. Ketika seorang siswa melakukan hal ini maka dapat dikatakan bahwa siswa tersebut memiliki proses berpikir reversibel yang baik sehingga pemikiran kognitifnya menjadi lebih akurat. Dalam mengimplementasikan proses berpikir reversibel tersebut setiap siswa mempunyai strategi yang tidak sama sesuai dengan tipe Adversity Quotient (AQ) yang dimiliki yaitu quitter camper dan climber. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berjenis deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir reversibel dalam memecahkan masalah aljabar ditinjau dari AQ siswa. Instrumen utama dalam penelitian adalah peneliti sendiri karena peneliti yang merencanakan melaksanakan dan menganalisa setiap langkah dalam penelitian. Selain instrumen utama terdapat instrumen pendukung yaitu 1) Angket Adversity Response Profile (ARP) untuk mengetahui tipe AQ siswa 2) Soal Test of Thinking Reversible (TTR) untuk mengetahui proses berpikir reversibel siswa dan 3) Pedoman wawancara semi terstruktur untuk mengkonfirmasi secara langsung jawaban tertulis siswa. Penelitian dilakukan terhadap 264 siswa kelas IX karena telah mempelajari seluruh kompetensi materi aljabar pada jenjang sekolah menengah. Pada langkah awal seluruh siswa diberikan angket ARP yang dimodifikasi dari Teori Paul G. Stoltz dan mengukur empat dimensi AQ yaitu control origin-ownership reach dan endurance. Setelah mengetahui tipe AQ kemudian seluruh siswa diberikan soal TTR yang memuat sebuah soal uraian dan dikerjakan dalam dua proses disertai think aloud yaitu proses forward dan reverse. Dari hasil pemberian dua instrumen tersebut peneliti memfokuskan kajian terhadap 7 subjek penelitian yang menggunakan aspek berpikir reversibel dalam memecahkan masalah aljabar terdiri dari 2 subjek quitter 2 subjek camper dan 3 subjek climber. Hasil analisa terhadap seluruh subjek penelitian menunjukkan bahwa proses forward kelompok quitter subjek sempat menemui kendala sejak dalam tahap memahami masalah. Dalam proses pemecahan masalah subjek quitter menggunakan strategi penentuan bagian sisa uang setelah digunakan untuk membeli beras gula dan ongkos. Hasil kajian menunjukkan bahwa subjek quitter menggunakan 2 aspek berpikir reversibel yaitu reciprocity dan negation. Pada proses reverse atau tahap memeriksa kembali jawaban subjek quitter berpatokan pada strategi yang digunakan pada tahap sebelumnya. Pada tahap ini terdapat 1 aspek berpikir reversibel yang muncul yaitu capability to return to initial data after obtaining the result. Pada proses forward kelompok camper subjek tidak menemui kendala dalam tahap memahami masalah. Dalam proses pemecahan masalah strategi yang dilakukan kedua subjek dimulai dengan membuat persamaan sebagai rumusan pemecahan masalah. Subjek camper mengoperasikan persamaan tersebut dengan jalan perkalian suku kemudian melakukan penyamaan penyebut dan juga sebaliknya yaitu melakukan penyamaan penyebut pada persamaan kemudian menyederhanakan bentuk persamaan. Dari jawaban tersebut subjek camper menggunakan 1 aspek berpikir reversibel yaitu negation. Pada proses reverse atau tahap memeriksa kembali jawaban subjek camper tetap berpatokan pada persamaan yang telah dibuat pada tahap sebelumnya dan menghitung setiap bagian beras gula dan ongkos dengan mensubtitusikan nilai x yang diketahui secara terpisah. Dari jawaban tersebut subjek camper menggunakan 2 aspek berpikir reversibel yaitu negation dan capability to return to initial data after obtaining the result. Pada proses forward kelompok climber subjek tidak menemui kendala dalam tahap memahami masalah. Subjek terlihat memiliki cara yang cenderung sama dengan kelompok camper dalam mengidentifikasi informasi yang ada pada soal. Dalam proses pemecahan masalah strategi yang dilakukan subjek climber juga cenderung sama dengan subjek kelompok camper namun strategi operasi aljabar yang dilakukan berbeda. Dari jawaban tersebut subjek climber menggunakan 2 aspek berpikir reversibel yaitu reciprocity dan negation. Pada proses reverse atau tahap memeriksa kembali jawaban subjek climber tetap berpatokan pada persamaan yang telah dibuat pada tahap sebelumnya dengan mengganti nilai x yang telah diketahui kemudian menghitung setiap bagian beras gula dan ongkos dengan mensubtitusikan nilai x pada persamaan. Dari jawaban tersebut subjek climber menggunakan 2 aspek berpikir reversibel yaitu negation dan capability to return to initial data after obtaining the result.