Skripsi
Sintesis dan karakterisasi Co0 5Mn0 5Fe2O4 termodifikasi ekstrak curcuma longa dengan metode kopresipitasi untuk aplikasi drug delivery system / Alfina Sintya Nuril Hidayati
Abstrak
Drug Delivery System (DDS) merupakan metode pengobatan kanker yang sedang dikembangkan saat ini dengan memanfaatkan nanopartikel magnetik sebagai carrier zat terapi sehingga obat dapat tertuju langsung ke sel kanker tanpa merusak sel-sel sehat. Nanopartikel Co0 5Mn0 5Fe2O4 termodifikasi Curcuma longa berhasil disintesis menggunakan metode kopresipitasi dengan memvariasikan konsentrasi Curcuma longa sebesar 0% 1% 3% 5% dan 7%. Mikrostruktur dan sifat magnetik pada Co0 5Mn0 5Fe2O4/Curcuma longa dikarakterisasi menggunakan XRD FTIR SEM dan VSM. Sementara persentase drug loading serta drug release diinvestigasi menggunakan spektroskopi UV-Vis. Berdasarkan hasil analisis XRD Co0 5Mn0 5Fe2O4/Curcuma longa pada semua sampel terdapat fase groutite dalam persentase yang besar dan muncul fase lainnya yakni magnetite dan ferrite dalam persentase yang lebih kecil. Hasil analisis FTIR Co0 5Mn0 5Fe2O4/ Curcuma longa menunjukkan adanya ikatan Fe-O pada rentang bilangan gelombang 662-681 cm-1 dan Mn-O pada rentang bilangan gelombang 691-721 cm-1 yang memverifikasi adanya gugus spinel. Selain itu muncul serapan C-H alifatik pada Co0 5Mn0 5Fe2O4/Curcuma longa 1%-7% dan ikatan C-OH serta gugus fenil pada Co0 5Mn0 5Fe2O4/Curcuma longa 5% yang berasal dari Curcuma longa sebagai agen penstabil. Hasil analisis SEM menunjukkan ukuran diameter partikel pada rentang 69 14-78 69 nm. Sementara itu hasil analisis VSM menunjukkan bahwa dengan penambahan Curcuma longa menjadikan medan koersivitas pada sampel Co0 5Mn0 5Fe2O4/Curcuma longa lebih besar dibandingkan Co0 5Mn0 5Fe2O4 murni. Lebih lanjut magnetisasi saturasi untuk seluruh sampel Co0 5Mn0 5Fe2O4/Curcuma longa berada pada rentang 12 29-17 12 emu/g dan magnetisasi remanen berkisar 0 2208-4 3908 emu/g. Hasil analisis UV-Vis pada sampel Co0 5Mn0 5Fe2O4/Curcuma longa menunjukkan konsentrasi Curcuma longa 1% memiliki kapabilitas terbaik di antara sampel lainnya dengan efisiensi drug loading sebesar 99 67% dan drug release sebesar 13 69%.