Skripsi
Konstruksi sosial moderasi beragama antar masyarakat beragama di Desa Senduro Kabupaten Lumajang / Septin Kumala Sari
Abstrak
Agama sebagai kepercayaan dan praktik keagamaan berdasarkan beberapa nilai sakral dan supernatural. Sebagai sebuah keyakinan yang hakiki mewajibkan individu untuk dapat bersikap moderat. Bersikap moderat berarti seimbang dan adil dalam beragama. Moderasi beragama merupakan jalan tengah dalam beragama. Moderasi beragama mengajarkan setiap pemeluk agama agar tidak terjebak dalam ajaran ekstrem yang mementingkan kepentingan sendiri. Penelitian ini menggunakan teori Peter l Berger dan Thomas Luckman terkait Konstruksi Sosial dimana membahas menganai bagaimana realitas sosial itu terbentuk. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk memahami fenomena secara holistik. Pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi wawancara dan dokumentasi. Data sekunder diperoleh melalui buku dan jurnal-jurnal pendukung. Pemilihan objek penelitian menggunakan purposive sampling sesuai kriteria pada topik penelitian. Proses analisis data melalui reduksi data penyajian dan penarikan kesimpulan.Keabsahan datanya melaui triangulasi sumber supaya tidak bias data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Desa Senduro memiliki keragaman agama didalamnya yang tidak membuat Desa Senduro terpecah tetapi justru semakin harmonis. Hal tersebut membuatnya dinobatkan sebagai Kampung Moderasi Beragama pengimplementasian moderasi beragama dilakukan dengan bersikap saling menghormati melayat pada tetangga yang meninggal setiap shalat jumat selalu dijaga oleh pecalang pada perayaan hari raya besar banser dan pecalang ikut serta mengamankan kerja bakti bagi-bagi takjil oleh umat Hindu dan saling menerima perbedaan dan saling berkomunikasi dengan baik.Sikap moderasi dalam beragama diperlukan agar kita selalu senantiasa dapat bertoleransi dan menghargai adanya perbedaan. Kita meyakini agama yang kita anggap benar tetapi juga memberikan kesempatan orang lain untuk mengatakan apa yang dianggapnya benar. Dalam merawat keberlangsungan moderasi beragama tidak lepas dari campur tangan seluruh masyarakat Desa Senduro. Pemerintah sendiri sebagai fasilitator untuk terus menyuarakan pentingnya moderasi beragama.