UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Pemberian variasi microbiota directed complementary food terhadap kadar trigliserida dan kolesterol total pada tikus diet kep / Laelatul Mudzalifah Herwanti

Herwanti, Laelatul Mudzalifah - Nama Orang;

Abstrak
Masalah gizi kurang pada anak balita di Indonesia tergolong cukup tinggi dan terus mengalami peningkatan sehingga memberikan kontribusi terhadap tingginya rerata angka kematian di negara berkembang. Data hasil Survei Status Gizi Indonesia tahun 2022 sebanyak 21 6% balita mengalami kekurangan gizi. Kurang Energi Protein merupakan kondisi kurangnya asupan protein dan energi dalam makanan sehari-hari yang dapat mempengaruhi fungsi organ dan menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan metabolisme dalam tubuh. Penelitian sebelumnya melakukan penanganan malnutrisi menggunakan makanan terapeutik siap pakai yang hanya berfokus pada peningkatan jumlah energi. Saat ini dikembangkan makanan altenatif terapi untuk menangani masalah gizi akut dengan meningkatkan aktivitas dan keragaman mikrobiota dalam memperbaiki keseimbangan energi yakni Microbiota Directed Complementary Food (MDCF). MDCF telah diteliti dikembangkan dan dimodifikasi menggunakan bahan lokal wilayah tertentu oleh berbagai negara dan terbukti mampu memperbaiki status gizi akut. Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan MDCF contohnya pisang singkong dan jagung. Ketiga bahan lokal tersebut mengandung karbohidrat kompleks yang terdiri atas polisakarida atau pati dan polisakarida nonpati atau serat yang sulit dicerna sehigga akan difermentasi oleh mikrobita usus besar dan menghasilkan Short Chain Fatty Acids (SCFA) untuk memperbaiki metabolisme tubuh dan energi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberian variasi MDCF terhadap kadar TG dan KT pada tikus yang diberi diet KEP. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok menggunakan dua puluh empat ekor tikus yang dibagi menjadi enam kelompok perlakuan yaitu kelompok normal kontrol positif (K ) kontrol negatif (K-) tikus diet KEP diberi MDCF tepung pisang (MDCFP) tikus diet KEP diberi MDCF tepung tapioka (MDCFS) dan tikus diet KEP diberi MDCF tepung jagung (MDCFJ). Data berupa kadar TG dan KT diperoleh dari serum darah tikus yang dideteksi dengan spektrofotometer. Data dianalisis dengan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan pemberian variasi MDCF dengan penambahan tepung pisang tepung tapioka dan tepung jagung dapat meningkatkan kadar TG serta cenderung dapat menurunkan kadar KT pada tikus diet KEP. Data kadar TG selanjutnya diuji secara statistik. Uji normalitas data melalui tes Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa nilai signifikasi tiap kelompok perlakuan gt 0 05 yang berarti bahwa data terdistribusi secara normal. Uji homegenitas diperoleh taraf signifikansi gt 0 05 yang berarti bahwa variansi tiap kelompok perlakuan telah homogen. Setelah diuji normalitas dan homogenitasnya data dianalisis menggunakan ANOVA didapatkan bahwa pemberian variasi MDCF berpengaruh signifikan terhadap kadar TG tikus diet KEP sehingga dilanjutkan dengan uji DMRT taraf signifikansi sebesar 5%. Hasil uji DMRT menunjukkan bahwa kelompok (K-) memiliki rerata terkecil tidak berbeda nyata dibandingkan (K ) dan MDCFP namun berbeda nyata dengan perlakuan N MDCFS dan MDCFJ. Begitu pula dengan data kadar KT diuji normalitas dan homogenitasnya kemudian data diuji menggunakan Games-Howell dan hasil menunjukkan bahwa terdapat kecenderungan penurunan kadar KT antara kelompok tikus normal (N) dengan kelompok MDCFP MDCFS dan MDCFJ. Peningkatan kadar TG dan kecendurungan penurunan KT disebabkan karena pemberian variasi pemberian variasi MDCF dengan penambahan tepung pisang tepung tapioka dan tepung jagung. Ketiga tepung tersebut mengandung karbohidrat kompleks yang terdiri atas polisakarida atau pati dan polisakarida nonpati atau serat yang sulit dicerna sehigga akan difermentasi oleh mikrobita usus besar dan menghasilkan Short-chain fatty acids (SCFA). SCFA adalah metabolit anaerobik mikroba yang dihasilkan oleh fermentasi serat dan protein di usus besar lalu dikeluarkan melalui feses. SCFA memainkan peran penting dalam menjaga homeostasis usus proliferasi sel pengembangan sistem kekebalan tubuh dan sumber energi tubuh. Selain itu serat pada saluran pencernaan berikatan dengan garam empedu yang kemudian dikeluarkan melalui tinja. Peningkatan ekskresi kolesterol melalui feses akan menurunkan kadar kolesterol yang dibawa ke hati sehingga meningkatkan kemampuan penyerapan kolesterol ke dalam darah untuk disintesis menjadi asam empedu.


Informasi Detail
DDC
SKRIPSI DIGITAL
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Biologi, 2024.
Deskripsi Fisik
xiv, 20 hlm. : ilus.
Bahasa
Indonesia
No Reg
2067/RS/24
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2024
Subjek
1. BIOKIMIA - TRIGLISERIDA
2. BIOKIMIA - KOLESTEROL
3. BIOCHEMISTRY - TRIGLYCERIDES

Pembimbing
1. Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si; 2. Yunita Rakhmawati, S.Gz, M.Kes
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik