Skripsi
Analisis potensi kekeringan di Kecamatan Lawang Kabupaten Malang dengan metode NDDI berbasis citra landsat 8 menggunakan google earth engine / Adiesty Puspa Novitasari
Abstrak
Kekeringan merupakan keadaan kekurangan pasokan air pada suatu daerah dalam waktu yang berkepanjangan hingga beberapa bulan bahkan hingga beberapa tahun. Keadaan ini bisa terjadi pada suatu wilayah secara terus-menerus yang mengalami curah hujan di bawah rata-rata sehingga pasokan air menjadi sedikit. Pada tahun 2019 salah satu wilayah di Kabupaten Malang yaitu Kecamatan Lawang memiliki indikasi kekeringan berupa kekeringan meteorologis yang merupakan tanda awal terjadinya potensi kekeringan di suatu wilayah. Akan tetapi belum terdapat informasi mengenai sebaran daerah yang berpotensi terdampak kekeringan di Kecamatan Lawang. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran daerah berpotensi kekeringan dan luas persebaran kekeringan di Kecamatan Lawang selama 2019 ndash 2023 menggunakan penginderaan jarak jauh. Data penelitian terdiri dari data curah hujan citra satelit Landsat 8 dan peta administrasi wilayah Kecamatan Lawang. Pengolahan data satelit dilakukan menggunakan metode NDDI (Normalized Difference Drought Index) dengan bahasa pemrograman javascript di Google Earth Engine (GEE). Sebaran kekeringan di Kecamatan Lawang ditentukan dengan menentukan periode bulan kering yaitu bulan Juni ndash September kemudian menentukan nilai NDVI NDWI dan NDDI. Berdasarkan perhitungan indeks kekeringan (NDDI) sebaran kekeringan di Kecamatan Lawang selama tahun 2019 hingga 2023 terbagi menjadi tiga rentang kelas yaitu kelas normal hingga sangat berat ringan hingga sangat berat dan sedang hingga sangat berat. Luas sebaran kekeringan di Kecamatan Lawang selama tahun 2019 hingga 2023 yaitu kelas kekeringan berat sebesar 83% (63 37 km2) kelas kekeringan sedang sebesar 8 94 % (6 82 km2) kelas kekeringan ringan sebesar 2 02% (1 54 km2) kelas kekeringan sangat berat sebesar 5 92% (4 51 km2) dan kelas normal sebesar 0 12% (0 09 km2).