Skripsi
Analisis karakter anatomi dan ekofisiologi spesies tumbuhan terpilih berstatus red list IUCIN di kawasan konservasi ex situ iklim tropis kering / Wasilatul Khoiroh
Abstrak
Pemahaman mengenai strategi adaptasi dan preferensi habitat suatu spesies tumbuhan terancam berstatus red list IUCN berdasarkan karakter anatomi dan ekofisiologi penting dalam merancang strategi konservasi yang efektif untuk mengurangi risiko kepunahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik anatomi dan ekofisiologi dari 5 spesies endangered dan 5 spesies vulnerable yang berasal dari daerah beriklim tropis basah di kawasan konservasi ex situ Kebun Raya Purwodadi yang beriklim tropis kering. Karakter anatomi yang diamati baik kualitatif dan kuantitatif meliputi trikoma stomata lamina kutikula epidermis palisade spons mesofil dan berkas pengangkut pada tulang daun. Karakter ekofisiologi yang diamati meliputi SLA SLW LDMC LA CC dan WD. Pengukuran faktor lingkungan meliputi intensitas cahaya suhu kelembapan udara pH tanah dan kelembapan tanah. Data dianalisis dengan ANOVA taraf kepercayaan 0.05 dan multivariat PCA biplot. Hasil analisis karakter anatomi dan ekofisiologi pada seluruh spesies menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam respons terhadap tekanan lingkungan. Spesies endangered menunjukkan adaptasi pada karakter anatomi meliputi tingginya kerapatan trikoma ketebalan daun palisade dan mesofil serta karater ekofisiologi SLW LDMC dan WD yang tinggi. Spesies vulnerable menunjukkan adaptasi pada karakter ekofisiologi meliputi tingginya nilai SLA dan kandungan klorofil dengan nilai yang lebih rendah pada karakter anatomi. Hasil analisis PCA menghasilkan 2 grup utama. Grup 1 meliputi Cryptocarya brevipes Cryptocarya caesia Abebaia fasciculata Manilkara kanosiensis Gonystylus affinis dan Eusideroxylon zwageri yang berasosiasi dengan kondisi habitat yang lebih kering dan terbuka suhu dan intensitas cahaya tinggi. Grup 2 meliputi Syzygium discophorum Syzygium zeylanicum Aquilaria filaria dan Psydrax dicocos yang berasosiasi dengan habitat yang lebih lembab dan ternaungi kelembapan udara relatif dan kelembapan tanah tinggi. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar rekomendasi untuk mendukung keberhasilan upaya konservasi ex situ dengan menempatkan spesies terancam berstatus red list IUCN pada lokasi sesuai dengan kemampuan adaptasinya.