Tesis
Ta\'tsiru masyru\'i al-mudawwanah as-sam\'iyyah al-bashariyah li kafa\'ati at-tafir an-naqid li faraqi al-munadzarah al-\'Arabiyah fi Indonesia / Muhammad Ahsan Thoriq
Abstrak
Kata kunci berpikir kritis debat Bahasa Arab korpus audio-visual pembicara non-native Pembelajaran debat dalam Bahasa Arab dengan menggunakan korpus dapat membantu pemelajar non-native speaker untuk melatih keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh korpus audio-visual debat bahasa Arab terhadap kemampuan berpikir kritis dalam debat Bahasa Arab untuk debater non-native speaker. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimental menggunakan pendekatan pre-test dan post-test pada dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Penelitian ini melibatkan 32 responden yang terdaftar sebagai perseta lomba debat Pekan Arabi Universitas Negeri Malang. Sedangkan instrumen untuk mengukur keterampilan berpikir kritis menggunakan kerangka berpikir kritis ACER. Adapun analisis data untuk mengetahui pengaruh berpikir kritis pemelajar menggunakan uji N-Gain. Berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti menemukan perbedaan dalam kemampuan berpikir kritis antara kelompok eksperimen yang menerima perlakuan dan kelompok kontrol yang tidak menerima perlakuan. Setelah menggunakan korpus pembelajaran yang disediakan oleh peneliti skor rata-rata N-gain untuk kelompok eksperimen adalah 13 6% skor ini menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan kelompok kontrol yang memperoleh 1 1%. Hal ini menujukkan bahwa projek korpus audio-visual debat bahasa Arab berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis pemelajar debat akan tetapi tidak efektif. Penggunaan korpus dalam proses pembelajaran memberikan pengaruh bagi pembelajar non-native speaker dalam meningkatkan pengetahuan tentang debat dan cara menyampaikan argumen dalam debat Bahasa Arab. Namun demikian projek korpus ini harus ada tambahan fitur pendukung yang dibutuhkan dalam perdebatan dan harus sering diterapkan kepada pemelajar agar media korpus bisa dikategorikan efektif dalam meningkatkan berpikir kritis.