Skripsi
Pengaruh mikrokapsul sinbiotik yoghurt ubi jalar (ipomea batatas l) ungu terhadap nekrosis sel hepar pada mencit model obesitas : studi histopatologi / Natasya Agustina Ardhana
Abstrak
Permasalahan penyakit hati kronis atau Chronic Liver Disease (CLD) yang menjadi penyakit yang menyumbang mortalitas terbesar pada manusia yaitu Non-alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD). Risiko NAFLD meningkat dengan adanya kondisi obesitas serta pola konsumsi makanan tinggi lemak yang tidak disertai aktivitas fisik yang cukup. Makanan tinggi lemak atau diet tinggi lemak dapat meningkatkan akumulasi asam lemak dalam hepar hingga membentuk peroksidase lipid dan senyawa Reaktif Oksigen Spesies (ROS) yang bersifat toksik bagi hepar. Radikal bebas ROS dapat memicu terjadinya stres oksidatif disfungsi seluler serta gangguan metabolisme energi pada sel hepar sehingga hal ini mengganggu kelangsungan hidup sel hingga berakhir pada kematian sel (nekrosis). Peningkatan ROS dalam sel menurunkan aktivitas enzim antioksidan sehingga membuat sel hepar rentan mengalami kerusakan akibat ketidakmampuan dalam menangkal radikal bebas. Suplai antioksidan eksogen diperlukan dengan pemanfaatan ubi jalar ungu yang tinggi antosianin sebagai antioksidan dan agen hepatoprotektif mencegah kerusakan hepar. Penggabungan prebiotik dari ubi jalar ungu dengan bakteri probiotik yoghurt (sinbiotik) berperan untuk meningkatkan aktivitas antioksidan di dalamnya. Penggunaan teknologi mikrokapsul berfungsi untuk melindungi bakteri probiotik dalam yoghurt serta meningkatkan stabilitas dan viabilitas bakteri dari kondisi yang kurang menguntungkan saluran pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian mikrokapsul sinbiotik yoghurt ubi jalar ungu terhadap nekrosis sel hepar melalui pengamatan histologi pada mencit model obesitas yang diinduksi diet tinggi lemak. HFD yang diberikan terbuat dari pakan mix HFD 432 5g kuning telur 100 g lemak sapi 150 g palet susu pap 250g choline 2 5g cystine 3g methionine 1 6g TBHQ 0 02g gula 150g garam 29 5g dan minyak canola 35g. Mikrokapsul probiotik dibuat dengan metode spray dry. Perlakuan dalam penelitian ada 6 macam yaitu kelompok N (pakan normal) kelompok K- (HFD) kelompok K (HFD simvastatin 0 026 mg/20g BB) kelompok P1 (HFD yoghurt plain 2 g/kg BB) kelompok P2 (mikrokapsul sinbiotik yoghurt ubi jalar ungu dosis 2 g/kg BB dan kelompok P3 ( dosis mikrokapsul sinbiotik yoghurt ubi jalar ungu 4 g/kg BB). Mencit diaklimatisasi selama 7 hari dan dipelihara menggunakan HFD untuk pembuatan mencit model obesitas selama 12 minggu. Mencit diberikan treatment sesuai perlakuan selama 30 hari. Pembuatan preparat hepar dilakukan dengan metode parafin. Pewarnaan histologi hepar dengan metode pewarnaan Hematoxylin-Eosin (HE). Pemeriksaan kematian sel hepar (nekrosis) yang diamati berupa piknosis karyoreksis dan karyolisis. Hasil penelitian menunjukkan mikrokapsul sinbiotik yoghurt ubi jalar ungu berpengaruh signifikan terhadap penurunan jumlah nekrosis sel hepar pada mencit yang telah diinduksi diet tinggi lemak menurut uji Anova yang dilakukan (0 000). Secara keseluruhan persentasi nekrosis sel tertinggi terdapat pada kelompok kontrol negatif (K-) yang diberikan HFD saja. Kelompok kontrol positif (K ) P1 P2 dan P3 memiliki persentase nekrosis cenderung lebih rendah hampir mendekati kelompok normal (N) serta memiliki jumlah sel normal lebih tinggi. Kelompok P3 yang diberikan perlakuan mikrokapsul sinbiotik yoghurt ubi jalar ungu dengan dosis 4 g/kg BB merupakan kelompok perlakuan terbaik dengan persentase nekrosis paling rendah yaitu 25 96% . Hal ini membuktikan bahwa mikrokapsul sinbiotik yoghurt ubi jalar ungu dengan dosis 4 g/kg BB mampu mencegah nekrosis pada sel hepar. Kandungan antosianin dalam yoghurt mampu berperan sebagai antioksidan lsquo scavenging rsquo dengan mendonorkan gugus hidroksil (-OH) pada radikal bebas dalam sel sehingga mampu mencegah kerusakan sel pada hepar. Fermentasi pada yoghurt mampu meningkatkan aktivitas antioksidan pada antosianin dengan membentuk struktur kationik flavylium dengan gugus hisroksil lebih banyak sehingga mampu menangkap radikal bebas lebih banyak. Antosianin juga dapat membentuk bertranformasi menjadi bentuk antosianidin lebih stabil sehingga menghasilkan senyawa antioksidan lebih kuat. Kandungan probiotik dalam yoghurt berperan sebagai anti-dysbiosis dengan menjaga keseimbangan mikroflora dalam usus memberikan pengaruh baik terhadap metabolisme hati serta mampu menekan stress oksidatif pada hepar.