Tugas Akhir
Keuntungan penerapan Building Information Modelling (BIM) dalam perhitungan quantity take off pekerjaan struktur rumah susun MBR Madiun / Maulana Aldi Wijaya
Abstrak
Pelaksanaan proyek konstruksi sangat dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya perhitungan Quantity Take Off (QTO). Metode Konvensional menjadi metode umum yang digunakan untuk melakukan perhitungan QTO akan tetapi sering kali terjadi kesalahaan perhitungan serta tingkat ketelitian yang kurang karena dilakukan secara manual. Untuk itu dibutuhkan teknologi pendukung yang mampu meningkatkan efisiensi dalam perhitungan QTO yaitu Building Information Modelling (BIM). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keuntungan penerapan BIM dalam perhitungan Quantity Take Off (QTO). Metode yang digunakan menggunakan kuantitatif dengan software Autodesk Revit. Hasil penelitian menunjukkan pekerjaan pile cap terdapat selisih 0 2% pekerjaan tie beam selisih 0 8% pekerjaan kolom selisih 1 1% pekerjaan balok selisih 1 2% dan pekerjaan plat lantai selisih 1 4%. Biaya yang dihasilkan dari perhitungan metode konvensional sebesar Rp2.508.000.195 07 dan metode BIM sebesar Rp2.478.610.989 89 sehingga selisih antara kedua metode sebesar Rp29.389.205 18 atau 1 17%. Keuntungan penerapan metode BIM dalam perhitungan quantity take off dapat mempermudah dan memperakurat perhitungan dengan model 3D otomatis dari software yang mengurangi kesalahan human error fitur interference check untuk mendeteksi double load serta menghasilkan gambar kerja yang lebih jelas dibandingkan metode konvensional.