Skripsi
Analisis kinerja simpang apill menggunakan metode PKJI 2014 (studi kasus: simpang apill Jalan MT. Haryono – Jalan Mayjen Panjaitan – Jalan Soekarno Hatta Lowokwaru, Kota Malang) / Dihar Alfian Pramesty
Abstrak
Terdapatnya berbagai pusat Pendidikan ekonomi dan wisata di Kota Malang mengakibatkan intensitas pergerakan kendaraan menjadi sangat tinggi. Intensitas pergerakan kendaraan yang sangat tinggi ini mengakibatkan terjadinya kemacetan terutama pada titik penting seperti simpang. Simpang merupakan salah satu titik kritis dalam mengatur arus lalu lintas. Sering terjadinya kemacetan yang mengakibatkan tertundanya waktu perjalanan menimbulkan dugaan simpang Jalan MT. Haryono ndash Jalan Mayjen Panjaitan ndash Jalan Soekarno Hatta Lowokwaru Kota Malang tidak memenuhi ketentuan kondisi ideal simpang. Tujuan dilakukan penelitian untuk (1) mendeskripsikan kinerja simpang kondisi eksisting (2) mendeskripsikan kinerja simpang 5 tahun yang akan datang (3) mendeskripsikan alternatif solusi peningkatan kinerja simpang 5 tahun yang akan datang. Metode penelitian analisis kinerja simpang yang digunakan adalah metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2014). Data primer pada penelitian ini adalah volume lalu lintas kondisi geometrik simpang kondisi lingkungan simpang dan waktu siklus. Sedangkan data sekunder pada penelitian ini adalah data jumlah penduduk dan data pertumbuhan kendaraan. Hasil penelitian menunjukan (1) kondisi kinerja simpang eksisting tidak memenuhi kondisi ideal simpang dengan nilai tertinggi dari derajat kejenuhan (DJ) 1 33 dan tundaan rata-rata seluruh simpang (T) 217 det/skr mencapai LOS F (2) kondisi kinerja simpang 5 tahun mendatang tidak memenuhi kondisi ideal simpang dengan nilai tertinggi dari DJ 1 36 dan T 240 det/skr mencapai LOS F (3) alternatif solusi yang direkomendasikan mampu meningkatkan kinerja simpang dengan penambahan 1 lajur untuk pergerakan lurus jalan terus selebar 3 m panjang lajur perlambatan 20 m dan panjang lajur pergeseran 25 m serta pengurangan waktu siklus dan variasi waktu hijau untuk tiap pendekat. Dengan solusi tersebut nilai derajat kejenuhan tertinggi DJ 0 92 dan tundaan rata-rata simpang tertinggi T 25 8 det/skr berada di LOS D.