Skripsi
Pengelolaan arsip statis sebagai sumber penelitian sejarah di Depo Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur / Farah Mumtahanah Mustakim
Abstrak
Pengelolaan arsip statis dilakukan untuk menambah khazanah kearsipan dan mempertahankan kelestarian nilai informasi dengan mempertahankan keautentikannya. Hal ini berkaitan dengan pendayagunaannya sebagai sumber penelitian sejarah. Di dalam penelitian sejarah terdapat kritik sumber yang bergantung pada keberadaan informasi dan bentuk fisiknya yang akan mempengaruhi jalannya penelitian sejarah. Pengelolaan arsip statis jika dilakukan dengan baik maka pendayagunaan arsip untuk sumber penelitian dapat dilakukan secara optimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan 1) prosedur pengelolaan arsip statis sebagai sumber penelitian sejarah dan 2) kendala yang ada pada proses pengelolaan arsip statis sebagai sumber penelitian sejarah di Depo Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data diperoleh melalui observasi wawancara semi terstruktur dan dokumentasi dengan mengadaptasi teori pengelolaan arsip statis yang terdiri dari record selection accessioning arrangement description conservation preservation and storage dan use/reference function. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Terdapat enam aspek penting terkait dengan prosedur pengelolaan arsip statis sebagai sumber penelitian sejarah di Depo Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur antara lain pertama tahap seleksi arsip dilakukan dengan mengumpulkan arsip dari pencipta arsip melalui akuisisi pasif dan akuisisi aktif terhadap arsip yang sudah dinyatakan statis melalui penilaian kedua implementasi tahap aksesi dalam kegiatan serah terima arsip dilakukan secara sah disertai berita acara daftar arsip dan fisik arsip. Pada tahap ini dilakukan identifikasi arsip untuk mencocokkan ulang arsip dengan daftarnya dan melihat status akses arsip untuk mempersiapkan proses pengelolaan selanjutnya ketiga tahap penataan arsip menggunakan prinsip asal-usul (provenance) dan prinsip aturan asli (original order) keempat tahap deskrispsi arsip dilakukan dalam bentuk manual dengan kartu deskripsi dan digital dengan SIKN-JIKN berdasarkan enam komponen deskripsi arsip kelima preservasi dilakukan degan dua cara yaitu kuratif untuk memperbaiki arsip yang rusak dan preventif untuk mencegah agar arsip tidak rusak saat disimpan ditempat penyimpanan keenam pendayagunaan arsip sebagai sumber penelitian sejarah melalui tiga alat bantu temu kembali yaitu inventaris guide dan naskah sumber. 2) Kendala dari faktor internal yaitu kompetensi arsiparis teknis penugasan arsiparis teknis operasional dan anggaran sarana serta prasarana. Sedangkan kendala eksternal adalah kurangnya kesadaran masyarakat terhadap penyelamatan arsip statis.