Skripsi
Preservasi naskah kuno di Museum Negeri Mpu Tantular Provinsi Jawa Timur / Nandya Octavi Sukma Dika
Abstrak
Naskah kuno sebagai warisan budaya berupa benda (tangible) tentu mempunyai nilai yang tinggi sebab di dalamnya tersimpan banyak potensi terkait nilai-nilai sejarah yang memuat beragam kejadian atau peristiwa terkait zaman lampau. Salah satu museum di Jawa Timur yaitu Museum Negeri Mpu Tantular menyimpan koleksi naskah kuno yang berusia puluhan hingga ratusan tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan upaya preservasi naskah kuno dan mendeskripsikan kendala yang ditemui dalam melakukan preservasi naskah kuno di Museum Negeri Mpu Tantular Provinsi Jawa Timur dengan merujuk pada teori piramida preservasi oleh Tygler (2001). Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan yaitu upaya konservasi preventif dilakukan dengan pemberian edukasi dan arahan pada seluruh staf agar melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan diskusi forum secara rutin pembentukan sikap dan profesionalisasi dengan pendidikan dan pelatihan yang diikuti oleh staf serta menjadikan kebijakan atau SOP sebagai landasan dalam menjalankan preservasi naskah kuno. Kemudian upaya konservasi pasif yaitu pemurnian dan pengkondisian udara dengan penggunaan air conditioner (AC) pengaturan sirkulasi udara pada lemari penyimpanan arsip pemberian cengkeh pada lemari penyimpanan naskah untuk meminimalisir serangga fumigasi pembatasan akses dan menjaga kebersihan tempat penyimpanan serta dilakukan pengecekan terhadap seluruh naskah serta melakukan pencatatan atau dokumentasi untuk mengetahui kondisi naskah. Upaya konservasi aktif dilakukan dengan pembersihan langsung terhadap fisik naskah pemberian kotak pelindung bebas asam atau portepel pada naskah kegiatan alih media atau digitalisasi terhadap naskah oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur selaku pihak mitra museum. Upaya restorasi atau perbaikan terhadap naskah milik museum secara langsung dilakukan oleh pihak mitra yaitu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. Tindakan perbaikan pada naskah lontar dilakukan dengan pengaplikasian kemiri bakar untuk mempertajam tulisan atau isi naskah dan penambalan atau laminasi. Sedangkan perbaikan pada naskah kertas dan daluwang dilakukan dengan penambalan atau laminasi jilid ulang serta pembuatan cover baru. Adapun kendala yang dialami yaitu berkaitan dengan anggaran sumber daya manusia dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga dan menyerahkan naskah.