Skripsi
Analisis keterbacaan teks bacaan berdasarkan kriteria SMOG dan kesesuaian pertanyaan berdasarkan kriteria literasi membaca AKM dalam buku siswa bahasa indonesia kurikulum merdeka SD/MI kelas iv / Ainiyah Aprelianingrum
Abstrak
Keterbacaan suatu teks sangat penting bagi siswa demi menunjang keberhasilan dari siswa dalam memahami suatu teks bacaan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Keterbacaan merupakan suatu pengukuran yang digunakan untuk mengukur sesuai atau tidaknya teks bacaan yang dilihat dari tingkat kesukaran atau kemudahan suatu teks. Keterbacaan diperlukan untuk siswa dapat memahami suatu teks bacaan dan dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa sesuai dengan program literasi yang dijalankan dalam dunia pendidikan. Keterbacaan yang baik adalah keterbacaan yang sesuai dengan tingkatannya. Formula Simple Measure of Gobbledygook (SMOG) merupakan formula keterbacaan yang dikembangkan oleh Mclaoughlin pada tahun 1969. Formula SMOG termasuk formula keterbacaan yang sederhana karena tidak menggunakan grafik seperti formula keterbacaan lainnya formula ini mempertimbangkan jumlah kalimat dan suku kata. Selain itu teks bacaan pada buku siswa disertai oleh pertanyaan terkait dengan teks bacaan. Pertanyaan yang diajukan perlu disesuaikan dengan kriteria AKM guna untuk mengetahui pemahaman siswa yang sesuai standar assesmen nasional yaitu AKM. Pertanyaan yang berkaitan dengan teks bacaan dapat disesuaikan dengan kriteria AKM. AKM merupakan evaluasi kompetensi yang dimiliki oleh siswa dalam meningkatkan kapasitas diri siswa. AKM termasuk assesmen yang menggantikan ujian nasional di Indonesia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif pada penelitian ini digunakan untuk mencakup hasil persentase tingkat keterbacaan teks dan tingkat kesesuaian pertanyaan. Pada penelitian ini akan menggunakan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dari penelitian ini adalah buku siswa bahasa Indonesia kurikulum merdeka SD/MI kelas IV. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan studi dokumentasi. Keterbacaan teks bacaan akan dianalisis menggunakan kriteria SMOG. Formula SMOG menghitung tingkat keterbacaan berdasarkan sebuah suku kata dalam kalimat. Analisis kesesuaian pertanyaan dilakukan dengan mengumpulkan pertanyaan terkait dengan teks bacaan. Pertanyaan yang telah terkumpul akan disesuaikan berdasarkan kriteria literasi membaca AKM yang mencakup 3 level kognitif diantaranya menemukan informasi sebesar 50% menafsirkan dan menginterpretasi sebesar 40% serta mengevalusi dan merefleksi sebesar 10%. Analisis pertanyaan dilakukan oleh peneliti dan juga dilakukan peer debriefing oleh teman sebaya. Teks bacaan fiksi dan bacaan informatif di analisis keterbacaannya menggunakan formula keterbacaan SMOG (Simple Measure of Gobbledygook) didapatkan hasil analisis berupa 1 dari 19 teks bacaan yang sesuai dengan tingkatan usia kelas IV SD atau 10 tahun yaitu teks informatif berjudul ldquo Fobia rdquo . Tingkat keterbacaan teks bacaan yang sesuai dengan kriteria SMOG didapatkan nilai persentase 5 26% teks yang sesuai dan 94 74% teks tidak sesuai. Berdasarkan nilai persentase yang diperoleh secara keseluruhan teks bacaan dalam buku siswa bahasa Indonesia dikatakan sangat kurang sesuai dikarenakan nilai persentase teks yang sesuai dengan keterbacaan kriteria SMOG adalah 5 26% atau dibawah 21%. Teks bacaan yang tercantum dalam buku siswa bahasa Indonesia kurikulum merdeka kelas IV menunjukkan bahwa pertanyaan terkait dengan teks bacaan dikatakan tidak sesuai dikarenakan pertanyaan pada teks bacaan tidak memenuhi nilai persentase ketiga level kognitif yang telah ditentukan. Hasil analisis kesesuaian pertanyaan teks informatif secara keseluruhan memperoleh nilai persentase 100% tidak sesuai dan 0% yang sesuai dengan kriteria literasi membaca AKM. Berdasarkan nilai persentase yang diperoleh secara keseluruhan kesesuaian pertanyaan teks bacaan dalam buku siswa bahasa Indonesia dikatakan sangat kurang sesuai dikarenakan nilai persentase teks yang sesuai adalah 0% atau dibawah 21%.