Skripsi
Analisis pengungkapan urban heat island di Kota Kediri / Anggraita Uriel
Abstrak
Peningkatan lahan terbangun di Kota Kediri dalam 5 tahun terakhir (2016 ndash 2021) mengalami peningkatan 83 8% dibandingkan peningkatan dalam 20 tahun terakhir. Kerapatan bangunan yang tinggi dapat meningkatkan suhu permukaan di wilayah tersebut. Suhu tertinggi yang tercatat adalah 36 deg C yang terdapat di kawasan terbangun Kota Kediri sedangkan suhu terendah yang tercatat adalah lt 25 deg C yang berada di puncak Gunung Wilis. Fenomena yang muncul saat suatu wilayah perkotaan mengalami peningkatan suhu yang lebih tinggi dibandingkan wilayah yang lebih rural di sekitarnya dikenal sebagai Urban Heat Island. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran urban heat island di Kota Kediri serta mengidentifikasi pengaruh jenis tutupan lahan dan kerapatan bangunan terhadap urban heat island di Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang menggunakan data numerik dan pengolahan statistik. Data numerik yang terdapat dalam penelitian ini adalah data suhu permukaan dalam satuan celcius ( deg C) dan luas tutupan permukiman serta luas tutupan lahan dalam satuan kilometer persegi (Km2). Proses analisis yang diterapkan untuk penelitian ini adalah analisis pengolahan citra dan analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan bangunan dan jenis tutupan lahan menunjukkan pengaruh signifikan terhadap suhu permukaan lahan di Kota Kediri. Hasil uji regresi linear menunjukkan bahwa kerapatan bangunan memiliki pengaruh sebesar 0 229 atau 22 9% sedangkan jenis tutupan lahan sebesar 0 15 atau 15%. Hasil uji simultan dan parsial menyatakan hipotesis yang diterima adalah kerapatan bangunan dan jenis tutupan lahan menunjukkan adanya signifikansi pengaruh terhadap suhu permukaan lahan. Pola sebaran urban heat island di Kota Kediri berdasarkan analisis nearest neighbor memiliki bentuk yang clustered/ mengelompok di wilayah sekitar Kecamatan Kota yang berada di tengah wilayah Kota Kediri.