Skripsi
Pengaruh kombinasi latihan aerobik intensitas sedang dan intermittent fasting terhadap peningkatan sekresi irisin pada wanita obesitas / Yusril Ananta Baharrudin
Abstrak
Irisin merupakan hormon turunan dari FNDC5 yang memiliki kemampuan dalam memodulasi berbagai fungsi biologis termasuk metabolisme energi dan pembakaran lemak. Pada obesitas kadar irisin cenderung menurun (Roca et al. 2013). Menurut penelitian Kim et al (2019) latihan aerobik dan puasa selama 12 jam dapat meningkatkan kadar irisin secara signifikan. Kombinasi latihan aerobik dan intermittent fasting (IF) dinilai berpotensi dalam peningkatan kadar irisin dalam tubuh. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan adanya pengaruh kombinasi latihan aerobik dan intermittent fasting (IF) terhadap peningkatan sekresi irisin pada wanita obesitas. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode true experimental dengan rancangan penelitian pretest-posttest control group design (Rejeki et al. 2021). Penelitian ini melibatkan 14 wanita obesitas sebagai subjek penelitian yang terbagi atas 2 kelompok yakni kelompok kontrol (K1) dan kelompok kombinasi (K2). Kombinasi latihan aerobik intensitas sedang (60-70% HRmax) dan intermittent fasting (The 16/8 method) dilakukan dengan frekuensi 5x/minggu selama 2 minggu. Program latihan aerobik intensitas sedang pada penelitian ini ialah lari menggunakan treadmill selama 40 menit sedangkan ketentuan intermittent fasting berlaku 16 jam waktu puasa tanpa sahur (pukul 18.00 s.d. 10.00) dan 8 jam waktu makan (pukul 10.00- 18.00) dengan peraturan hanya diperbolehkan meminum air mineral selama waktu puasa dan diperbolehkan makan saat memasuki waktu makan. Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa program kombinasi latihan aerobik dengan intensitas sedang dan intermittent fasting yang dilakukan selama 2 minggu berpengaruh terhadap peningkatan kadar irisin serum pada wanita obesitas.