Skripsi
Relasi sosial Nahdlatul Ulama (NU) dan penghayat kepercayaan Sapta Darma di Desa Mungli, Kabupaten Lamongan / Amiera Nur Afiah
Abstrak
Ketimpangan relasi masih mengakar dalam praktik sosial keagamaan yang lebih didominasi oleh kelompok mayoritas. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia yang dikenal memiliki pemahaman keagamaan yang moderat dan inklusif tetapi dalam praktiknya ditemui dominasi dan relasi kuasa terhadap kelompok penghayat kepercayaan. Artikel ini membahas praktik relasi kuasa elit Nahdlatul Ulama (NU) terhadap penghayat Sapta Darma di desa Mungli Kabupaten Lamongan. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan kajian teori relasi kuasa Michel Foucault. Teknik pengumpulan data melalui wawancara observasi dan studi dokumentasi. Pengolahan data menggunakan teknik analisis interaktif melalui proses reduksi penyajian dan menyimpulkan data. Pengecekan keabsahan data melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat Sapta Darma sebagai kelompok minoritas mengalami tantangan kebebasan beragama berupa pengontrolan dan labelling oleh elite NU. Mereka memandang Sapta Darma sebagai gerakan pewarisan budaya yang menyebarkan ajarannya melalui jalur pengobatan. Pembatasan terhadap penghayat dilakukan karena dianggap bertentangan dengan ajaran Islam. Fakta ini menunjukkan kontradiksi asas Islam moderat yang dinamis dalam kelompok NU.