Disertasi
Pengembangan model edukasi konsumsi berkelanjutan berbasis komunitas mahasiswa melalui pemanfaatan sampah olahan dapur / Inaya Sari Melati
Abstrak
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model Design-Based Research (DBR). Sasaran pengembangan dalam penulisan ini adalah model edukasi konsumsi berkelanjutan bagi kaum muda khususnya mahasiswa. Tujuan penulisan ini meliputi 3 hal yaitu (1) membangun komunitas yang sesuai dengan karakter mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam pengelolaan Sampah Olahan Dapur (SOD) di Kota Semarang (2) menganalisis hubungan antar aktor dalam pengembangan model edukasi konsumsi berkelanjutan untuk mahasiswa di Kota Semarang dan (3) merancang dan menyempurnakan model edukasi konsumsi berkelanjutan berbasis komunitas mahasiswa melalui pemanfaatan SOD. Penelitian ini mengadopsi hasil penelitian Cotton et al. (2009) yang mengembangkan prosedur penelitian dan pengembangan model DBR menjadi 6 tahapan yaitu (1) analisis masalah praktis hasil kolaborasi penulis dan praktisi (2) pengembangan solusi berupa prototipe model edukasi konsumsi berkelanjutan berbasis komunitas mahasiswa (3) pengujian dan evaluasi desain program komunitas (4) pengembangan model (5) pengujian dan evaluasi dan (6) revisi dan perbaikan akhir. Penelitian dan pengembangan model edukasi konsumsi berkelanjutan berbasis komunitas mahasiswa dengan pemanfaatan SOD menghasilkan temuan yang signifikan. Pertama komunitas mahasiswa yang sesuai dengan karakter Generasi Z (mahasiswa yang lahir sekitar tahun 2000-2007) perlu memperhatikan aspek-aspek kunci seperti teknologi-sentris fleksibilitas dan memberikan kebebasan berekspresi dan belajar. Prinsip komunitas yang sesuai dengan preferensi Generasi Z dapat meningkatkan daya tarik dan retensi anggota komunitas. Kedua hubungan antar aktor dalam sistem pengelolaan sampah tidak selamanya sinergis terhambat oleh perbedaan kepentingan dan kurangnya koordinasi. Identifikasi dan penanganan hambatan menjadi poin penting agar komunitas dapat mengambil keputusan efektif dan berkolaborasi dalam mencapai tujuan bersama. Ketiga edukasi konsumsi berkelanjutan dilakukan dengan dua pola yaitu edukasi jangka panjang dan edukasi jangka pendek atau edukasi secara berkala. Program edukasi jangka panjang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu sampah sisa makanan sedangkan program edukasi jangka pendek memberikan solusi praktis dalam mengendalikan tingkat SOD. Model ini memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan pemahaman dan praktik konsumsi berkelanjutan di kalangan mahasiswa secara khusus dan berkontribusi pada edukasi untuk masyarakat luas secara umum.