Skripsi
Dampak manajemen shelving arsip dinamis inaktif dalam sistem temu kembali arsip di Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Malang / Nawwaf Faruq Adina Putra
Abstrak
Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Malang merupakan salah satu lembaga pemerintahan di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang yang melaksanakan tugas pemerintah di bidang pertanahan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Berdasarkan studi awal melalui kegiatan observasi yang dilakukan di Kantor BPN Kabupaten Malang pada 18 Oktober 2023 peneliti mendapatkan gambaran awal tentang sejumlah permasalahan yang memerlukan pendalaman. Permasalahan itu mencakup hal-hal yang berhubungan dengan kendala dalam pelaksanaan pengelolaan arsip dinamis inaktif yang kurang baik dan tertib. Hal itu diakibatkan oleh kurangnya kepedulian arsiparis terhadap penataan arsip dinamis inaktif sehingga mempengaruhi penataan arsip secara maksimal. Penataan arsip yang kurang tertib dapat menjadi penyebab arsip dinamis inaktif menumpuk. Arsip yang menumpuk akan menyulitkan setiap pegawai yang membutuhkan arsip dinamis inaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang sistem shelving arsip dinamis inaktif dalam temu kembali arsip yang berada di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Malang. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode kualitatif menitikberatkan pada pemahaman terhadap berbagai masalah dalam kehidupan sosial dengan berlandaskan pada situasi nyata atau pengaturan alami yang holistik kompleks dan detail. Informan pada penelitian ini yakni Kepala Divisi Gudang Buku Tanah Arsiparis dan Pengguna Arsip. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara observasi dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen shelving arsip dinamis inaktif sudah dijalankan dengan baik. Penataan boks ke dalam rak yang dilakukan di BPN Kabupaten Malang khususnya gudang buku tanah sudah menggunakan sistem wilayah. Gudang buku tanah BPN Kabupaten Malang juga masih terkendala dengan tempat atau rak penataan yang sudah penuh. Implementasi sistem shelving arsip dinamis inaktif dalam ketepatan temu kembali arsip memberikan dampak positif dan negatif. Pertama dampak positif yang dirasakan yaitu arsiparis dapat lebih mudah dalam melakukan pencarian sebuah arsip karena pengelompokkannya sudah teratur sehingga proses lebih efektif dan efisien karena proses temu kembali yang dirasa cepat untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna. Kedua dampak negatif yang dirasakan disebabkan karena adanya sebuah penumpukan arsip akibat rak yang penuh. Namun arsip dinamis aktif terus berdatangan setiap harinya dan hal ini menyebabkan arsip dinamis inaktif harus dipindahkan untuk sementara agar arsip yang baru masuk dapat ditata ke dalam rak. Akan tetapi BPN Kabupaten Malang tidak melakukan pemusnahan arsip dikarenakan arsip yang berada di gudang buku tanah merupakan arsip yang akan terpakai selamanya walaupun arsip tersebut sudah mati.