Skripsi
Tari Tor-Tor pada perkawinan adat Batak Toba di Desa Wonosari Sumatera Utara / Oshin Maria Panjaitan
Abstrak
Tari Tor-tor digunakan sebagai sarana ritual dan media komunikasi yang penting dalam mengungkapkan keberkahan kebersamaan dan kesetiaan yang terlihat pada proses perkawinan adat khususnya pada masyarakat Batak Toba sesuai dengan sistem kekerabatan (Dalihan Na Tolu). Dengan peranan pentingnya dalam setiap pelaksanaan pesta adat Batak Toba dengan menggunakan iringan alat musik Gondang dan pemakaian kain Ulos sebagai keunikan dan identitas yang dimiliki suku Batak Toba. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Tari Tor-tor pada upacara perkawinan adat Batak Toba di Desa Wonosari. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan metode yang digunakan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara observasi dan dokumentasi serta teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa Tari Tor-tor dalam upacara perkawinan adat Batak Toba sebagai sarana untuk mengungkapkan rasa syukur dan hormat terhadap Tuhan keluarga dan para tamu yang berisikan kegembiraan persatuan dan harapan yang diwujudkan melalui gerak busana dan musik.