Skripsi
Analisis komparatif menentukan faktor dominan penyebab keterlambatan proyek dan pembengkakan biaya pada pelaksanaan konstruksi struktur atas menggunakan metode aplikasi Fuzzy Analytical Hierarchy Process (F-AHP) dan Probability Impact Matrix (PIM) pada proyek konstruksi pembangunan Pasar Induk Kota Batu / Dwi Yuliati Jesica Sanda
Abstrak
Proyek konstruksi struktur atas bangunan memiliki faktor penyebab keterlambatan waktu dan pembengkakan biaya yang tinggi hal ini disebabkan oleh kompleksitas pada tahap perencanaan pelaksanaan dan pengendalian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan penyebab keterlambatan dan pembengkakan biaya pada pelaksanaan konstruksi struktur atas dengan menggunakan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (F-AHP) dan Probability Impact Matrix (PIM). Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan aplikatif dan komparatif. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini didapatkan dari penyebaran kuesioner. Tahapan Penelitian ini yaitu melakukan studi literatur dan riset internet untuk menentukan faktor dan subfaktor pada kuesioner tahap 1 instrumen yang memenuhi uji validitas dan uji reliabilitas akan digunakan pada kuesioner tahap 2 yang selanjutnya hasilnya akan diolah menggunakan metode F-AHP dan PIM. Kemudian dilakukan perbandingan antara hasil dan karakteristik metode F-AHP dan Metode PIM. Hasil penelitian menunjukkan 8 faktor yang menyebabkan keterlambatan waktu dan pembengkakan biaya yaitu (1) pekerjaan struktur (2) pelaksana dan hubungan kerja (3) material (4) tenaga kerja (5) peralatan (6) keuangan proyek (7) waktu pelaksanaan dan (8) lingkungan alam. Hasil metode F-AHP menunjukkan faktor waktu pelaksanaan dengan bobot 0 171 merupakan faktor dominan penyebab keterlambatan waktu dan faktor keuangan proyek dengan bobot 0 178 merupakan faktor dominan penyebab pembengkakan biaya. Pada metode PIM didapatkan faktor waktu pelaksanaan dengan bobot 93 68 merupakan faktor dominan penyebab keterlambatan waktu dan faktor keuangan proyek dengan bobot 93 684 merupakan faktor dominan penyebab pembengkakan biaya. Dari hasil kedua metode ini tidak terdapat perbedaan signifikan antara metode F-AHP dan PIM.