Tugas Akhir
Aplikasi Building Information Modelling (BIM) dalam estimasi quantity take off material pekerjaan arsitektural typical 3 Proyek Apartemen Grand Shamaya Surabaya / Alvian Guntur Dwi Pambudi
Abstrak
Indonesia sebagai negara berkembang di Asia sangat aktif dalam Pembangunan semakin majunya teknologi konstruksi semakin maju pula tingkat persaingan dan perkembangan di lapangan teknologi sangat penting dalam industri konstruksi untuk memastikan hasil yang efektif dan efisien. Building Information Modelling (BIM) adalah software Teknik sipil untuk kontruksi bangunan yang memiliki banyak manfaat keunggulan dari software ini adalah cepat efisen waktu lebih detail dan bisa menampilkan 3d dengan aplikasi yang sama. Quantity take off ialah bagian penting dalam dunia kontruksi yang beperan penting untuk menentukan quantity take off sebagai acuan untuk perhitungan anggaran biaya yang berperan penting dalam menghitung kebutuhan volume pekerjaan. Hasil yang di dapatkan dari quantitiy take off dengan mengunakan metode BIM revit dan metode konvesional dilakukan perbandingan pada setiap pekerjaan berdasarkan jenis pekerjaannya untuk dapat melihat selisih volume yang di hitung dengan cara menggunakan metode BIM revit dan metode konvesional. quantitiy take off yang dihasilkan oleh kedua metode tersebut akan dibandingkan apakah ada selisih antara metode BIM revit dan metode konvesional jika terjadi selisih hasil dari 2 metode tersebut akan di hitung berapa persen selisih perbedaannya. selisih yang di dapatkan dari dua metode yang digunakan metode BIM revit dan metode konvesional dapat disimpulkan bahwa selisih pada pekerjaan dinding berdasarkan type-type nya mendapatkan selisih untuk type W1 memiliki selisih sebesar 0 03 m2 dengan besar persentase 0 001% dan untuk type W2 memiliki selisih sebesar 0 02 m2 dengan besar persentase 0 0004% untuk pekerjaan pintu tidak terdapat selisih untuk pekerjaan latai terdapat selisih sebesar sebesar 0 32 m2 dengan besar persentase 0 07% dan untuk pekerjaan plafond terdapat selisih sebesar sebesar 0 16 m2 dengan besar persentase 0 003%. Keuntungan menggunakan software revit terbukti dapat meningkatkan keteletian dalam menghitung quantity take off proyek utamanya dalam pekerjaan arsitektural bahwa pengunaan bim dapat mengendalikan suatu pekerjaan di proyek.