Disertasi
Model konseling kelompok kognitif perilaku bermuatan budaya nalo melalui teknik reframing (KKKP-NR) untuk meningkatkan perilaku prososial siswa / Kristinus Sembiring
Abstrak
Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan model KKKP-NR yang layak praktis dan efektif meningkatkan perilaku prososial siswa. Distorsi kognitif perilaku prososial merupakan salah satu masalah utama yang mendasari pengembangan model ini. Pola pikir negatif seperti prasangka buruk keyakinan irasional berpikir ekstrem meremehkan kemampuan diri sendiri dan mengabaikan potensi penderitaan orang lain adalah contoh perilaku yang cenderung siswa tunjukkan di antara teman sekelas. Selain itu konselor sekolah sering kali mengalami kesulitan membantu mereka untuk mengatasi masalah tersebut. Konselor tidak memiliki pendekatan konseling adaptif budaya yang signifikan dalam upaya meningkatkan perilaku prososial. Hal ini dapat menghambat keterampilan mereka untuk memberikan intervensi konseling yang efektif kepada siswa. Banyak literatur yang membahas tentang kepekaan budaya dalam konseling. Namun tidak ada penelitian secara khusus mengintegrasikan budaya Nalo dalam konseling kelompok kognitif melalui teknik reframing untuk mengatasi distorsi kognitif perilaku prososial siswa. Jenis studi ini adalah penelitian pengembangan dengan desain model Borg and Gall. Model KKKP-NR yang dikembangkan memiliki sintaks bercorak budaya Nalo dalam sesi kelompok. Ini mencakup tahap awal tahap kegiatan dan tahap akhir. Subjek studi ini terdiri atas Tiga jenis yaitu Subjek uji coba lapangan awal mencakup dua ahli konseling dua ahli media dan dua ahli budaya Nalo. Subjek uji coba lapangan produk utama adalah dua calon pengguna. Untuk uji coba lapangan produk operasional peneliti melibatkan 12 siswa SMA St.Thomas Aquino Mataloko. Instrumen penelitian ini terdiri atas empat antara lain angket kebutuhan konselor angket validasi ahli angket calon pengguna dan kuesioner perilaku prososial. Desain studi ini adalah pengembangan yang meliputi uji coba lapangan awal uji coba lapangan produk utama dan uji coba lapangan produk operasional. Analisis need assessment menggunakan uji elisitasi uji coba lapangan awal menggunakan uji Gregory. Uji coba lapangan produk utama menggunakan uji Gregory dan uji coba lapangan produk operasional menggunakan N-Gain Score pada siswa dalam one group pretest-posttest design. Hasil penelitian pengembangan ini terdiri atas tiga. Pertama model KKKP-NR terbukti layak secara teori untuk meningkatkan perilaku prososial siswa dengan skor indeks uji ahli 1. Kedua model KKKP-NR terbukti praktis untuk meningkatkan perilaku prososial siswa dengan indeks skor uji penilaian calon pengguna 1. Ketiga model KKKP-NR terbukti efektif untuk meningkatkan perilaku prososial siswa. Ini dibuktikan dengan nilai N-Gain score 0.8202 yang lebih tinggi dari 0 7 atau memiliki kategori tinggi. Untuk N-Gain persent nilai mean yang diperoleh adalah 125 4885. Skor ini lebih tinggi dari 76%. Artinya penerapan model KKKP-NR efektif dalam meningkatkan perilaku prososial siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model KKKP-NR terbukti layak praktis dan efektif membantu siswa SMA St. Thomas Aquino untuk meningkatkan perilaku prososial. Dalam penelitian pengembangan model KKKP-NR peneliti memberikan empat saran. Pertama penting bagi konselor untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang budaya Nalo termasuk nilai-nilai dan keyakinan perilaku prososial yang mendasarinya. Dengan pemahaman ini konselor dapat mengintegrasikan aspek budaya Nalo dalam KKKP-NR. Kedua konselor perlu melakukan identifikasi distorsi kognitif dalam konteks budaya Nalo. Ketika memahami distorsi kognitif perilaku prososial siswa konselor dapat menjalankan model KKKP-NR secara efektif. Ketiga konselor perlu mempromosikan kolaborasi dan keterlibatan aktif siswa dalam model KKKP-NR. Dengan melibatkan secara aktif mereka akan merasa lebih dihargai diterima dan memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan perilaku prososial mereka. Keempat bagi peneliti selanjutnya. Perlu melakukan penelitian pengembangan lanjutan model KKKP-NR dalam dimensi yang berbeda. Salah satunya adalah dimensi religiusitas siswa.