Skripsi
Menafsirkan konsep diri penyintas pernikahan dini pada anak dalam rumah kepemimpinan perempuan: perspektif strukturasi giddens / Rizka Fatna Amalia
Abstrak
Pernikahan dini merupakan satu bentuk tindakan sosial yang terus-menerus direproduksi. Penyintas pernikahan dini sebagai pihak yang pernah merasakan secara langsung memiliki peran dalam melepaskan diri dari keterulangan tersebut. Upaya ini didasari oleh konsep diri penyintas sekaligus ibu terhadap putrinya mewakili konsep diri sesama perempuan. Bagaimana konsep diri yang terbentuk dalam kaitannya dengan Rumah Kepemimpinan Perempuan (RKP) akan dianalisis lebih lanjut melalui struktur dan agensi Teori Strukturasi Anthony Giddens. Agensi menggambarkan latar belakang keputusan menikah dini yang mendapat pengaruh struktur masyarakat desa. Peneliti menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengkaji lima kasus penyintas Dusun Ngijo yang dipilih secara sengaja (purposive sampling). Penyintas yang juga anggota RKP menunjukkan hasil penelitian berupa dominasi konsep diri negatif artinya ibu tidak ingin anak merasakan pernikahan dini serupa. Sedangkan satu penyintas menghasilkan konsep diri netral yaitu tidak melarang tidak pula mendukung melainkan memperbolehkan melalui penyesuaian kesiapan anak. Demikian RKP adalah bagian dari struktur yang dimaksud Giddens.