Skripsi
Efektivitas ekstrak bawang tunggal hitam (Allium sativum) dengan metode MAE pada penghambatan pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 / Luluk Novi Hidayanti
Abstrak
Diabetes Mellitus menyebabkan lamanya penyembuhan luka kulit serta meningkatkan resiko infeksi yang disebabkan bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923. Pengobatan antibiotik sintetik mengakibatkan efek samping dan resistensi. Bawang Tunggal Hitam (BTH) dapat digunakan sebagai bahan alternatif. Tujuan penelitian ini antara lain (1) Mengetahui total fenol dari ekstrak BTH (2) Mengetahui total flavonoid dari ekstrak BTH (3) Mengetahui daya antibakteri ekstrak BTH terhadap S.aureus ATCC 25923. Metode ekstraksi bawang tunggal hitam menggunakan Microwave Assisted Extraction (MAE) pengujian total fenol menggunakan Folin-Ciocalteu pengujian total flavonoid menggunakan alumunium klorida dan pengujian antibakteri menggunakan difusi sumuran dengan pemberian taraf konsentrasi BTH sebesar 100 mg/mL 150 mg/mL 200 mg/mL dan kontrol positif amoxicillin masing-masing sebanyak tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan kadar senyawa total fenol sebanyak 164 375 mg GAE/g sampel kadar total flavonoid sebanyak 562 875 mg QA/g sampel sedangkan daya antibakteri ekstrak BTH paling efektif pada dosis 100 mg/mL dengan zona hambat sebesar 3 93 mm Kesimpulan penelitian ini yaitu ekstrak BTH metode MAE memiliki efektifitas lebih baik dibandingkan dengan metode ekstraksi konvensional sehingga ekstrak BTH berpotensi digunakan sebagai bahan alternatif untuk pengobatan infeksi kulit yang disebabkan bakteri S.aureus ATCC 25923.