Skripsi
Karakterisasi dan uji potensi antifungi transfersome ekstrak bawang putih tunggal hitam pada pertumbuhan Candida albicans ATCC 10231 / Rania Aznam
Abstrak
Candida albicans merupakan jamur invasif penyebab terjadinya kandidiasis superfisial yang dapat menyerang kulit dan selaput lendir. Pengobatan kandidiasis superfisial umumnya menggunakan obat topikal golongan azole namun penggunaannya yang berlebihan menyebabkan terjadinya resistensi. Bawang putih tunggal hitam (BPTH) merupakan alternatif alami karena memiliki senyawa yang berpotensi sebagai antijamur seperti fenol flavonoid diallyl sulfide (DAS) diallyl disulfide (DADS) dan S-Allyl-cysteine (SAC). Transfersome dianggap sebagai penghantar paling optimal dalam pengaplikasiannya karena vesikularnya lebih elastis sehingga lebih mudah dalam meningkatkan efektivitas penetrasi senyawa aktif pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter dan aktivitas antijamur C. albicans dari transfersome ekstrak BPTH. BPTH hasil fermentasi selama 21 hari pada suhu 60-80 C diekstraksi dengan metode Microwave Assisted Extraction (MAE). Lalu dilakukan formulasi transfersome dengan ditambahkan ekstrak BPTH 200 mg/mL 400 mg/mL 800 mg/mL dan ketokonazol 200 mg/mL sebagai kontrol positif. Transfersome dikarakterisasi dengan PSA untuk mendapat nilai Z-average PDI dan potensial zeta. Transfersome ekstrak BPTH diuji antijamur menggunakan C. albicans ATCC 10231 dengan metode well diffusion pada media Sabouraud Dextrose Agar (SDA). Hasil karakterisasi diperoleh nilai Z-average 81.03 plusmn 0.47 nm PDI 0.14 plusmn 0.01 dan potensial zeta -17.93 plusmn 0.31 mV. Hasil uji antijamur menunjukkan zona hambat tertinggi pada transfersome dengan ekstrak BPTH konsentrasi 800 mg/mL sebesar 0.85 plusmn 0.18 mm.