Disertasi
Manajemen layanan kemahasiswaan untuk mewujudkan student success pada program Diploma III Kebidanan (studi multi kasus pada Poltekkes Kemenkes Banjarmasin, Universitas Sari Mulia dan Stikes Abdi Persada) / Sitti Khadijah
Abstrak
Upaya pemerintah dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) di sektor kesehatan tahun 2030 memerlukan peran aktif seluruh pemangku kepentingan termasuk institusi pendidikan kebidanan. Untuk menghasilkan tenaga bidan yang profesional diperlukan pengelolaan pendidikan kebidanan yang bermutu dan profesional. Guna mewujudkan student success institusi perguruan tinggi memberikan berbagai layanan baik akademik maupun non akademik bagi mahasiswanya. Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Universitas Sari Mulia dan STIKES Abdi Persada merupakan tiga dari beberapa perguruan tinggi penyelenggara program studi (prodi) DIII Kebidanan di provinsi Kalimantan Selatan. Ketiga perguruan tinggi tersebut dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki prestasi dan pengalaman dalam mengelola layanan kepada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang manajemen layanan non akademik (kemahasiswaan) dengan berfokus pada indikator dan faktor-faktor student success (keberhasilan mahasiswa) serta pengelolaan layanan kemahasiswaan yang diberikan oleh ketiga perguruan tinggi tersebut kepada mahasiswa prodi DIII Kebidanan. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi multi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam observasi partisipatif dan studi dokumenter. Informan ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan mempertimbangkan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki oleh informan. Empat uji keabsahan data yang digunakan meliputi creadibility transferability dependability dan confirmability sedangkan pengolahan dan analisis data dilakukan dengan bantuan aplikasi NVIVO R1.6. Hasil analisis data kemudian dideskripsikan dengan menggunakan model diagram alir Miles amp Huberman. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa indikator student success pada prodi DIII Kebidanan meliputi keberhasilan mahasiswa baik dari sisi akademik maupun non akademik yakni keberhasilan melewati tahapan pendidikan memiliki pengetahuan keterampilan dan sikap professional sebagai bidan memiliki prestasi akademik dan non akademik memiliki soft skills yang baik merasa bahagia lulus tepat waktu lulus Uji Kompetensi (UKOM) Bidan dan memperoleh pekerjaan sebagai bidan. Student success mahasiswa prodi DIII Kebidanan dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri (internal) dan faktor dari luar (eksternal) mahasiswa yakni dukungan institusi perguruan tinggi dukungan orang tua dan dukungan dari teman. Perencanaan layanan kemahasiswaan dibuat berdasarkan karakteristik masing-masing perguruan tinggi dan hasil evaluasi standar mutu layanan kemahasiswaan perguruan tinggi sesuai kebutuhan mahasiswa menggunakan sumber daya perguruan tinggi secara maksimal melalui koordinasi dengan pihak terkait dan disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Perencanaan layanan kemahasiswaan dibuat berupa rencana operasional tahunan pada tingkat prodi dan tingkat institusi penyelenggara prodi DIII Kebidanan. Pengorganisasian layanan kemahasiswaan dilakukan dengan menyusun struktur organisasi pemberi layanan kemahasiswaan melalui bidang kemahasiswaan berdasarkan tujuan karakteristik perguruan tinggi serta kebutuhan mahasiswa. Pembagian pekerjaan dan hubungan kerja ditetapkan berdasarkan kapasitas dan kapabilitas sumber daya yang tersedia. Layanan kemahasiswaan diorganisir agar supportif dan ramah dengan menggunakan teknologi informasi sehingga memudahkan partisipasi dan meningkatkan keaktifan mahasiswa untuk menggunakan layanan. Efektifitas pengorganisasian layanan kemahasiswaan diperoleh dengan koordinasi dan kerja sama dengan pihak-pihak terkait pada semua level di institusi perguruan tinggi penyelenggara prodi DIII Kebidanan. Pelaksanaan layanan kemahasiswaan didasari oleh nilai-nilai yang diyakini dan disepakati oleh civitas akademika perguruan tinggi dan diselenggarakan dengan sumber daya fasilitas dan pemberian waktu bagi mahasiswa prodi DIII Kebidanan sedangkan kegiatan monitoring evaluasi (monev) layanan kemahasiswaan dilaksanakan oleh Lembaga atau Unit Penjaminan Mutu pimpinan bidang kemahasiswaan penanggung jawab layanan atau personil yang telah ditunjuk pada institusi perguruan tinggi. Kegiatan monev layanan kemahasiswaan menjadi indikator Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan internal dan sistem peringatan dini bagi perguruan tinggi. Bentuk evaluasi layanan kemahasiswaan adalah berupa survei kepuasan mahasiswa SKKM SKPI audit mutu laporan rapat atau dialog dengan orang tua mahasiswa mahasiswa prodi DIII Kebidanan alumni dan pihak-pihak terkait. Hasil evaluasi layanan kemahasiswaan digunakan untuk perbaikan dalam penyusunan rencana layanan kemahasiswaan berikutnya. Penelitian ini juga menemukan adanya tiga nilai dasar layanan kemahasiswaan yang diberikan kepada mahasiswa prodi DIII Kebidanan yaitu pertama mengembangkan tanggung jawab dan kemandirian mahasiswa kedua mengembangkan prestasi akademik dan non akademik mahasiswa dan ketiga kepedulian terhadap keberhasilan mahasiswa. Penelitian ini juga menemukan adanya sebelas bentuk layanan kemahasiswaan yang diberikan perguruan tinggi untuk mendukung keberhasilan mahasiswa prodi DIII Kebidanan. Saran bagi pimpinan fakultas ketua jurusan ketua prodi dan pemberi layanan kemahasiswaan pada prodi DIII Kebidanan untuk berkoordinasi dan bekerja sama dengan semua pihak terkait pengelolaan layanan kemahasiswaan menjaga komunikasi dan hubungan baik dengan pihak orang tua dan organisasi mahasiswa serta melakukan evaluasi terhadap mutu layanan kemahasiswaan. Saran bagi pimpinan bidang kemahasiswaan untuk membuat kebijakan dan perencanaan strategis yang mendukung pemanfaatan layanan kemahasiswaan secara aktif oleh mahasiswa. Bagi peneliti selanjutnya direkomendasikan untuk mengkaji lebih lanjut tentang manajemen pendidikan yang berkaitan dengan student success dari sisi layanan akademik dan factor lainnya agar kualitas pendidikan kebidanan dan pelayanan Kesehatan di Indonesia dapat lebih ditingkatkan.