Skripsi
Proses belajar dalam meningkatkan kompetensi pengrajin muda batik tulis usia produktif (studi kasus Batik Cantik Suropati di Kelurahan Tembokrejo Kota Pasuruan) / Ervina Pramesti Dinda Sumardi
Abstrak
Pemuda merupakan individu yang memiliki kreativitas dan semangat yang tinggi munculnya hasrat dalam menyalurkan minat dan potensi untuk terus berkembang di usia produktif merupakan bagian dari diri pemuda. Maka dari itu diperlukannya wadah dalam menyalurkannya Batik Cantik Suropati merupakan kelompok batik yang bergerak dalam pemberdayaan bagi pemuda Kelurahan Tembokrejo. Mengolah potensi pemuda usia produktif sekaligus melestarikan batik sebagai sebagai bangsa. Fokus penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan proses pembelajaran yang dilaksanakan di Batik Tulis Cantik Suropati (BCS) Kelurahan Tembokrejo (2) mendeskripsikan rencana pengembangan kompetensi membatik anggota Batik Cantik Suropati (BCS) sebagai pengrajin batik muda usia produktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis metode studi kasus. Penelitian dilakukan di Batik Cantik Suropati. Informan pada penelitian merupakan pengelola dan anggota Batik Cantik Suropati yang melaksanakan dan mengikuti proses belajar di Batik Cantik Suropati. Pengumpulan data melalui wawancara observasi dan studi dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi pengumpulan data reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dalam pengujian keabsahan data menerapkan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa (1) proses belajar yang dilakukan menggunakan dua metode yaitu diskusi dan praktik pada pembelajaran yang terjadi menghasilkan aspek wawasan tentang batik dan aspek wawasan sebagai pengrajin serta dalam pembelajaran memiliki evaluasi dengan menerapkan interaksi dan komunikasi terbuka antar anggota. (2) temuan selanjutnya mengungkapkan dalam rencana pengembangan kompetensi membatik para pengrajin muda tumbuh dari adanya pelatihan yang pernah diikuti yang kemudian menumbuhkan minat baru untuk meningkatkan kompetensi membatik para pemuda.