Skripsi
Pengaruh model pembelajaran Collaborative Problem Solving (CPS) terhadap kemampuan numerasi siswa kelas v SD / Vina Dhesya Maharina Dwinata
Abstrak
Kemampuan Numerasi bukan sekedar kemampuan mengenali rumus angka berhitung biasa dan lain-lain kemampuan numerasi merupakan kemampuan bernalar berhitung dan berpikir matematis untuk menyelesaikan masalah dalam berbagai konteks. Kemampuan siswa yang perlu diperhatikan saat ini yakni bagaimana siswa menyampaikan ide atau pendapat yang kreatif dan efektif menganalisis dan memberikan suatu argumen untuk memecahkan suatu permasalahan matematika yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran yang dapat melatih kemampuan numerasi adalah pembelajaran yang mendorong siswa untuk mengungkapkan ide-ide mereka terkait masalah sehingga mereka menemukan solusinya. Collaborative Problem Solving (CPS) merupakan salah satu model pembelajaran berpusat pada siswa. Model pembelajaran collaborative problem solving menekankan kerja sama antara siswa dalam menyelesaikan masalah bersama-sama. Pembelajaran ini diawali dengan pengerjaan secara individu setelah diberikan suatu permasalahan. Setelah siswa menemukan penyelesaiannya secara individu siswa diberi kesempatan untuk berdiskusi secara kelompok. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kemampuan numerasi antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran CPS dengan siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran CPS terhadap kemampuan numerasi siswa kelas V SD. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental. Desain penelitian eksperimen yang digunakan adalah Non Equivalent Control Group dengan cara memberikan suatu pretest dan posttest. Populasi dalam penelitian ini data yang didapat berjumlah 50 siswa yakni 2 kelas antara lainnya kelas VA dan VB di SDN Lesanpuro 4 Kota Malang sebagai sampel. Teknik sampling yang digunakan oleh penulis adalah purposive sampling. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas VB sebagai kelas eksperimen sedangkan kelas VA sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran Collaborative Problem Solving sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data data yang digunakan dalam penelitian ini antara lainnya observasi wawancara dokumentasi dan tes pretest-posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji T-test pada hasil posttest mendapatkan nilai signifikansi sebesar lt 0 001 lt 0 05 sehingga dapat dikatakan terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata nilai dari kedua kelas yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil uji parsial (Uji-t) untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruhnya dan hasilnya dapat dilihat pada tabel 8. diketahui bahwa nilai signifikansi 0 003 lt 0 05. Dapat diambil kesimpulan bahwa model pembelajaran collaborative problem solving berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan numerasi siswa maka Ho ditolak dan Ha diterima