Skripsi
Perbaikan mikroanatomi usus halus tikus (Rattus norvegicus) kekurangan energi protein setelah pemberian Microbial Direct Complementary Food (MDCF) / Mellinda Setiani Nusa Diennata
Abstrak
Kekurangan energi protein (KEP) merupakan kondisi kekurangan konsumsi protein hewani ataupun nabati dalam makanan sehari-hari. KEP dapat mengakibatkan kerusakan sel usus yang menyebabkan atrofi vili hyperplasia kripta dan penurunan jumlah sel epitel yang mengakibatkan kegagalan penyerapan zat gizi. Pemberian MDCF dapat dimanfaatkan sebagai pendorong pertumbuhan perbaikan peradangan dan perbaikan mikrobiota usus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mikroanatomi usus halus (jejunum) tikus (Rattus norvegicus) KEP setelah pemberian MDCF. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan 24 ekor tikus. Hewan coba dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol positif (K ) kontrol negatif KEP (K-) KEP yang diberi pakan pelet (K P0) KEP yang diberi pakan MDCF pisang (K P1) KEP yang diberi pakan MDCF singkong (K P2) dan KEP yang diberi pakan MDCF jagung (K P3). Perlakuan dilakukan selama 4 minggu. Data berupa mikroanatomi dan tinggi vili usus halus hasil tinggi rereta vili tertinggi pada kelompok K P0 dan terendah kelompok K-. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian MDCF tidak memberikan berpengaruh nyata (P lt 0 05) terhadap tinggi vili usus halus (jejunum).