Skripsi
Hubungan tinkat kecemasan terhadap kelincahan atlet remaja bulutangkis Kabupaten Malang / Riski Eka Pratama
Abstrak
Bulutangkis adalah permainan olahraga yang alatnya menggunakan raket dan shuttlecock yang dapat dimainkan oleh dua orang untuk (tunggal) dan empat orang untuk (ganda). Kecemasan adalah keadaan emosi negatif yang ditandai dengan firasat dan tanda-tanda ketegangan somatik seperti jantung berdebar kencang berkeringat dan sering kali kesulitan bernapas (kecemasan berasal dari kata latin anxius yang berarti penyempitan atau pencekikan). Kelincahan yaitu komponen motorik yang memerlukan kecepatan dalam melakukan perubahan posisi tubuh yang diperlukan untuk melakukan suatu aktivitas. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui apakah diperoleh hubungan tingkat kecemasan terhadap kelincahan atlet remaja bulutangkis Kabupaten Malang. Kecemasan memainkan peran penting dalam hasil performa kelincahan dalam atlet bulutangkis pada saat bertanding. Pada penelitian ini terdapat 30 sampel dengan proses pengambilan sampel memakai metode purposive sampling Dan sampel atau subjek pada penelitian adalah atlet PB Adiva Kabupaten Malang yang berusia 12-17 tahun. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik survei kuesioner. Penelitian ini diberikan selama 1 minggu sebelum pasca pertandingan mengacu kepada modul kecemasan sedangkan untuk mengukur kelincahan pada 18-23 Desember atlet bulutangkis persatuan bulutangkis (PB) adiva untuk mengetahui kecemasan mempengaruhi saat pertandingan dilaksanakan. Analisa yang digunakan untuk penelitian ini memakai korelasi dengan menggunakan aplikasi SPSS version 29. Berdasar hasil kecemasan dan kelincahan pada atlet bulutangkis PB Adiva Kabupaten Malang Hasil perhitungan uji hipotesis dengan korelasi diperoleh hasil yang korelasi pearson correlation 0 354 dengan hubungan rendah 0 20-0 40. Yang artinya Ho ditolak dan Ha diterima.