Skripsi
Analisis potensi konversi energi listrik berbasis ocean thermal energy di laut Indonesia / Mohammad Robith Ircham Asyhari
Abstrak
Penggunaan bahan bakar fosil akan menghasilkan emisi CO2 yang dapat menyebabkan peningkatan pemanasan global. Senada dengan yang terjadi di Indonesia dimana kapasitas terpasang pembangkit tenaga listrik nasional adalah PLTU dengan persentase sebesar 43 88% di tahun 2021. Berdasar permasalahan tersebut konversi energi listrik tenaga panas laut atau bisa juga disebut dengan Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC) bisa menjadi solusi. Selain itu dengan kondisi geografis Indonesia dinilai memiliki potensi OTEC yang besar. Penelitian ini menggunakan data suhu laut Indonesia yang diambil bulanan dan didapat dalam periode satu tahun dari Januari 2021 sampai dengan Desember 2021. Sumber data yang digunakan adalah World Ocean Database yang kemudian di visualisasikan dengan perangkat lunak Ocean Data View. Hasil yang didapat dari penelitian ini terdapat empat lokasi yang dinilai berpotensi dalam konversi energi listrik berbasis ocean thermal energy yaitu Kepulauan Pagai di Sumatra Barat Banten Kepulauan Alor di NTT dan Selat Morotai di Maluku Utara yang memiliki nilai rerata efisiensi berturut-turut adalah 0.074 0.0728 0.0736 0.0801. Empat lokasi tersebut berpotensi dalam pengaplikasian OTEC didukung dengan rerata perbedaan suhu yang didapat dalam satu tahunnya stabil diatas 20 deg C.