Skripsi
Konstruksi irasionalitas pengidap skizofrenia dalam novel pintu terlarang karya sekar ayu asmara / Alicia Putri Pelangi
Abstrak
Tokoh utama dalam novel Pintu Terlarang yakni Gambir memiliki pola pikir irasionalitas. Emosi dan perilaku menyimpang tokoh Gambir merupakan bentuk keirasionalan dalam menanggapi permasalahan yang berakibat pada kekerasan hingga pembunuhan. Pengalaman traumatis yang dialami tokoh Gambir dimasa lampau serta permasalahan yang menimpa tokoh Gambir dengan keluarganya mendorong tokoh Gambir untuk memiliki kecenderungan berperilaku menggunakan kekerasan sebagai bentuk respin tokoh Gambir mengalami disfungsional emosi dan moral. Hal ini sejalan dengan konsep Rational Emotive Behavior Therapy yang di gagaskan oleh Albert Ellis bahwa kecenderungan individu memiliki perilaku yang negatif berasal dari pemikiran irasional atas dirinya sendiri (Ellis 1994). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk faktor dan dampak negatif yang dihasilkan dari pola pikir irasional yang dialami tokoh Gambir. Urgensi penelitian ini bermanfaat dalam segi penanaman paham pendidikan karakter serta memuat edukasi mengenai kesadaran tentang kesehatan mental terhadap ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) terutama pada pola pikir irasional dan paham skizofrenia. Penelitian ini bertujuan untuk mencari seberapa jauh sisi irasional ini mengontrol kehidupan Gambir. Penelitian ini akan menunjukkan darimana asal sisi irasional Gambir dari pengalaman masa kecilnya yang kelam atau kontrol penuh eksploitasi yang dilakukan oleh Talyda atau imajinasi dari Gambir belaka. Hasil penelitian tersebut akan menunjukkan bagaimana konstruksi pola pikir irasional yang dimiliki tokoh Gambir sesuai dengan teori Rational Emotive Behavior Therapy (REBT). Pendekatan peenlitian ini menggunakan psikologi sastra yang bertujuan untuk mengamati tingkah laku tokoh dalam karya sastra. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis yang hasil data penelitian berupa kata-kata gambar dan bukan angka sehingga hasil penelitian berasal dari hasil pendalaman pemahaman teks penafsiran dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dibantu menggunakan teori Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) berupa konsep A-B-C. Penelitian ini diawali dengan membaca keseluruhan novel Pintu Terlarang yang kemudian mengidentifikasi bagian permasalahan penelitian novel menggunakan indikator teori Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) yang meliputi (a) kejadian pemicu (b) keyakinan (c) dan konsekuensi. Kemudian data penelitian yang berupa kutipan kalimat dan dialog dikumpulkan sehingga data penelitian dikelompokkan sesuai dengan rumusan masalah penelitian. Setelah data tersusun hasil penelitian disajikan dan diinterpretasikan pada pembahasan sesuai dengan rumusan masalah penelitian yakni pola pikir irasional tokoh Gambir dalam novel Pintu Terlarang karya Sekar Ayu Asmara. Hasil penelitian konstruksi pola pikir irasional tokoh Gambir menunjukkan bahwa (a) kejadian pemicu traumatis yang dimiliki tokoh Gambir menyebabkan tokoh Gambir (b) memiliki pemahaman atau keyakinan yang menyimpang dan tidak normal mengganggu kondisi psikologis tokoh Gambir hingga ke tingkat menderita skizofrenia sehingga menyebabkan tokoh Gambir kehilangan stabilitas moral dan disfungsi kontrol emosi yang baik (c) menciptakan konsekuensi yang negatif dimasa depan yakni dampak negatif yang besar berupa tindakan kekerasan hingga pembunuhan dan terbiasa menghalalkan segala cara demi pencapaian yang ia inginkan. Konstruksi pola pikir irasional tokoh Gambir membentuk (1) keyakinan Tiga Keharusan Dasar yang menyimpang (2) berperilaku Pasif dan (3) memiliki mentalitas korban. Pola pikir ini disebabkan 2 (dua) faktor yakni (1) faktor keluarga yakni tokoh Gambir mengalami (a) kekerasan (child abuse) oleh kedua orang tuanya dan mengalami (b) pengkhianatan oleh anggota keluarganya. (2) Faktor psikologis tokoh Gambir mengidap gangguan Skizofrenia dikarenakan tokoh Gambir secara aktif mengalami delusi dan halusinasi audiotorik yang mendorong tokoh Gambir membunuh kedua orang tuanya. Berdasarkan bentuk dan faktor pola pikir irasional yang dialami Gambir membentuk dampak negatif yakni tokoh Gambir terbiasa (1) menghalalkan segala cara untuk keluar dari permasalahan yakni melakukan praktik aborsi kepada adik dan istrinya serta menggunakan janin tersebut menjadi patung dan (2) tokoh Gambir terbiasa melakukan tindakan kekerasan kepada teman-temannya hingga melakukan tindakan pembunuhan kepada keluarganya.