Skripsi
Efektivitas pembelajaran sains terhadap kemampuan berpikir kritis pada anak usia 5-6 tahun di TK Muslimat NU 166 Gresik / Emildah Apriliyah
Abstrak
RINGKASAN Apriliyah Emildah. 2024. Efektivitas Pembelajaran Sains terhadap Kemampuan Berpikir Kritis pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Muslimat NU 166 Gresik. Skripsi. Departemen Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang Pembimbing (I) Dr. Yudhitia Dian Putra S. Pd. M. Pd. M.M. (II) Wuri Astuti S Pd. M. Pd. Kata kunci Pembelajaran sains berpikir kritis anak usia 5-6 tahun Pembelajaran sains yakni suatu pembelajaran yang tidak hanya menitikberatkan kepada fenoma alam saja melainkan suatu pembelajaran yang menekankan kepada proses berpikir penyelidikan dan penentuan hasil untuk menghasilkan sebuah fakta melalui tahapan proses ilmiah. Melalui pembelajaran sains anak usia dini dapat mengeksplorasi kemampuan dalam dirinya dan dapat mengembangkan aspek perkembangan yang ada dalam dirinya sejak dini. Pembelajaran sains bagi anak usia dini dapat digunakan sebagai pengembang atau stimulasi aspek perkembangan anak salah satunya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia dini. Kemampuan berpikir kritis adalah sebuah kemampuan berasumsi tingkat tinggi melalui beberapa tahapan mulai dari mengalisis sebuah persoalan sampai dengan menyelesaikan dan mengkomunikasikan kepada orang lain terhadap keputusan yang telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan berpikir kritis pada anak usia 5-6 tahun di TK Muslimat NU 166 Gresik sebelum dan sesudah diterapkan adanya kegiatan pembelajaran sains dan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran sains terhadap kemampuan berpikir kritis pada anak usia 5-6 tahun di TK Muslimat NU 166 Gresik. Metode dalam penelitian kali ini yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Metode eksperimen merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui pengaruh variable independen (treatment) terhadap variable dependen (hasil). Rancangan penelitian yang digunakan yaitu menggunakan jenis Quasi Eksperimental Design dengan desain Pretest posttest Nonequivalent Control Group Design. Proses meneliti pada penelitian ini dilakukan pada saat sebelum diberikan treatment dan setelah diberikan treatment dengan menggunakan dua kelas yakni kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan adanya kenaikan jumlah skor rata-rata sebesar 74 74 dari skor awal yang berjumlah rata-rata 39 67. Selisih dari rata-rata skor posttest dan juga pretest adalah sebesar 35 08. Hasil analisis dari uji hipotesis menunjukkan bahwa kedua nilai sig (2-tailed) dari kelas kontrol dan kelas eksperimen yaitu sebesar 0 000 lt 0 05. Kesimpulannya adalah Ho ditolak dan Ha diterima yang menandakan bahwa pembelajaran sains efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun di Muslimat NU 166 Gresik.