Skripsi
Problematika pemelajar BIPA belajar budaya pada kelas elektif di Universitas Negeri Malang / Renanda Winar Galuh Prameswari
Abstrak
BIPA merupakan singkatan dari Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing dalam hal ini kedudukan bahasa Indonesia adalah sebagai bahasa asing. Selain belajar bahasa pemelajar BIPA juga belajar mengenal budaya Indonesia. Model pembelajaran BIPA yang paling ideal adalah menggunakan pembelajaran bahasa berbasis budaya Indonesia. Namun dalam proses mengenal dan belajar budaya Indonesia tidaklah mudah ada beberapa problematika yang dihadapi oleh pemelajar BIPA didalamnya karena dapat diketahui bersama bahwa pemelajar BIPA memiliki latar belakang budaya yang berbeda dan beragam. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan dan menjelaskan mengenai problematika pemelajar BIPA dalam belajar budaya Indonesia pada kelas elektif di Universitas Negeri Malang problematika tersebut ditinjau dari aspek materi ajar proses belajar dan perbedaan latar belakang budaya pemelajar BIPA. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa hasil observasi dan transkrip wawancara peneliti dengan 18 pemelajar BIPA yang mengikuti kelas elektif budaya di Universitas Negeri Malang. Pengumpulan data dilakukan teknik wawancara mendalam kepada narasumber yang terkait dengan topik penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat enam problematika yang dialami pemelajar BIPA dalam belajar di kelas elektif budaya. Problematika tersebut antara lain. Pertama problematika yang berkaitan dengan materi ajar yaitu kesulitan materi instruments musik gamelan. Mayoritas pemelajar BIPA mengalami persoalan dikarenakan instruments musik gamelan yang berbeda dengan instruments musik modern. Kedua problematika yang berkaitan dengan materi ajar yaitu materi jenis gerak tari. Mayoritas pemelajar BIPA mengalami permasalahan dalam mengikuti gerak tari yang diajarkan. Ketiga problematika yang berkaitan dengan proses belajar yaitu problematika mengenai waktu belajar. Pemelajar BIPA dari Amerika dan Asia memiliki perbedaan kesulitan pemelajar dari Amerika merasa jadwal belajar terlalu sore dan durasi terlalu panjang sedangkan pemelajar dari Asia merasa jadwal belajar terlalu awal sehingga mereka merasa tidak cukup waktu untuk istirahat. Keempat problematika yang berkaitan dengan proses belajar yaitu problematika mengenai pelaksanaan teknis. Beberapa pemelajar BIPA mengalami kesulitan dalam ruang kelas gamelan dikarenakan penanda nada atau hitungan yang ada pada alat musik sudah mulai pudar sedangkan pada kelas elektif tari semua pemelajar mengalami kesulitan dikarenakan tidak ada AC. Kelima problematika yang berkaitan dengan perbedaan latar belakang budaya yaitu adanya perbedaan cara berpakian orang Indonesia. Pemelajar BIPA dari Taiwan dan Amerika merasa sedikit kesulitan dalam menentukan pakaian yang akan mereka pakai saat mengikuti kelas dikarenakan adanya perbedaan latar belakang budaya. Keenam problematika yang berkaitan dengan perbedaan latar belakang budaya yaitu problematika mengenai penggunaan dwibahasa orang Indonesia. Pemelajar BIPA yang mengikuti kelas gamelan merasa kesulitan karena pada saat mengajar insruments guru menggunakan canmpuran bahasa jawa dan bahasa Indonesia.