Skripsi
Opsi pengelolaan air hujan untuk kebutuhan air bersih di Desa Napan, Kec. Bikomi Utara, Kab. Timor Tengah Utara, Prov. Nusa Tenggara Timur / Kawanowo Budi Satrio
Abstrak
Desa Napan merupakan desa semi kering yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Warga Desa Napan mengalami kesulitan air bersih dan sampai saat ini belum terjangkau oleh pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sehingga masyarakat masih mengandalkan pemenuhan kebutuhan air bersih melalui pasokan mobil tangki dengan harga yang cukup mahal. Mengetahui permasalahan tersebut penelitian ini bermaksud untuk menganalisis potensi air hujan guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Desa Napan Nusa Tenggara Timur dengan menggunakan metode Rainwater Harvesting (RWH). Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui kebutuhan air bersih warga Desa Napan Nusa Tenggara Timur (2) Mengetahui potensi ketersediaan air hujan guna memenuhi kebutuhan air bersih penduduk Desa Napan Nusa Tenggara Timur (3) Mengetahui kualitas air hujan di Nusa Tenggara Timur (4) Mengetahui opsi desain pengelolaan air hujan di Desa Napan mandiri dan komunal. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengamatan langsung di lokasi. Terdiri dari beberapa tahap yaitu Analisis kebutuhan air bersih RISPAM Analisis hidrologi meliputi perhitungan curah hujan rencana menggunakan Distribusi Gumbel intensitas curah hujan dengan persamaan Mononobe dan debit rencana dengan Metode Rasional serta curah hujan andalan Analisis hidrolika menggunakan neraca air untuk mencari kapasitas tampungan RWH serta penggunaan air hujan pada tampungan Analisis kualitas air hujan Analisis rencana desain RWH. Hasil penelitian sesuai tujuan yang di paparkan didapatkan (1) Proyeksi kebutuhan air bersih rata ndash rata warga Desa Napan terbesar pada tahun 2040 sebesar 91 647 m3/hari atau 1 061 L/detik (2) Potensi ketersediaan air hujan di daerah Nusa Tenggara Timur dengan kala ulang 10 tahun sebesar 2 00 L/detik dengan curah hujan andalan didapat tahun 2020 dan curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Desember sebesar 308 0 mm (3) Hasil analisis kualitas air hujan di NTT didapatkan beberapa parameter kualitas air hujan tidak memenuhi standar baku mutu Permenkes No. 2 Tahun 2023 sehingga perlu pengolahan lebih lanjut apabila air hujan akan digunakan untuk kebutuhan sehari ndash hari (4) Opsi desain RWH mandiri menggunakan atap sebagai area tangkapan air hujan yang disalurkan menggunakan pipa PVC berdiameter 89 mm menuju pipa filtrasi menggunakan pipa pvc berdiameter 100 mm dengan susunan media filter zeolith karbon aktif pasir silika dan spons sebelum air menuju bak penampung berdimensi 2 5 m x 2 m x 2 m menggunakan struktur susunan bata. Opsi desain RWH komunal menggunakan bak penampung berstruktur cor beton dengan dimensi berukuran 12 5 m x 13 m x 2 5 m.