Disertasi
Konflik commognitive dalam diskursus matematis mahasiswa tahun pertama perkuliahan pada materi limit fungsi nilai mutlak / Endrayana Putut Laksminto Emanuel
Abstrak
Konflik commognitive seringkali terjadi di dalam diskursus matematis mahasiswa tahun pertama perkuliahan yang tampak pada hasil kerja mahasiswa ketika menyelesaikan soal. Terdapat banyak penelitian tentang konflik commognitive namun masih sangat sedikit penelitian tentang konflik commognitive yang melihat proses penyelesaian soal yang dialami mahasiswa khususnya mahasiswa program studi pendidikan Matematika oleh karena itu penelitian ini sangatlah perlu untuk dilakukan. Konflik commognitive adalah fenomena yang terjadi ketika narasi yang tampaknya bertentangan datang dari penjelasan atau argumen yang berbeda (narratives) diskursus yang berbeda dalam penggunaan kata-kata (words use) penggunaan langkah ndash langkah pemecahan soal (routines) yang berbeda terhadap aturan yang seharusnya dan penggunaan simbol variabel gambar atau grafik (visual mediators) pada diskursus matematis yang sama. Penelitian ini berfokus kepada konflik commognitive yang terjadi pada mahasiswa tahun pertama ketika menyelesaikan soal matematika tentang limit fungsi nilai mutlak. Commognitive merupakan pandangan teoritis atau lensa yang digunakan untuk melihat pemikiran dan komunikasi interpersonal dimana lensa ini berfokus pada kesatuan dari dua jenis proses tersebut melalui telaah terhadap empat komponen yaitu words use visual mediators narratives dan routines. Words use adalah penggunaan kata ndash kata secara spesifik yang digunakan sehari ndash hari (colloquial) atau yang bersifat matematis (literate). Visual mediators dapat berupa simbol atau variabel (symbolic) tabel atau grafik (iconic) atau objek nyata (concrete). Routines adalah pola berulang lama (ritualized) maupun pola baru (exploratory) dalam menyelesaikan soal. Narratives adalah argument atau aturan dalam menyelesaikan soal atau menarik kesimpulan. Konflik commognitive yang ada di dalam diskursus matematis mahasiswa ketika memahami soal menyelesaikan soal menarik kesimpulan atau memeriksa kembali kebenaran jawaban. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yaitu mendeskripsikan bagaimana konflik commognitive yang terjadi dalam diskursus matematis mahasiswa tahun pertama perkuliahan pada materi limit fungsi nilai mutlak. Hal ini berdasarkan dugaan yang kuat dan penelitian pendahuluan terkait konflik commognitive yang terjadi dalam diskursus matematis mahasiswa pada materi nilai mutlak sehingga konflik commognitive dapat terjadi di dalam diskursus matematis mahasiswa tahun pertama perkuliahan pada materi limit fungsi nilai mutlak. Penelitian ini dilakukan terhadap 20 mahasiswa program studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang sedang menempuh mata kuliah Matematika Dasar dimana terdapat materi limit fungsi nilai mutlak yang menjadi fokus penelitian ini. Sebanyak 20 mahasiswa secara individual diberikan satu soal tentang limit fungsi nilai mutlak dan terdapat enam mahasiswa yang terindikasi mengalami konflik commognitive di dalam diskursus matematisnya. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan terdapat tiga tipe konflik commognitive yang terjadi dalam diskursus matematis pada mahasiswa ketika menyelesaikan soal limit fungsi nilai mutlak. Pertama konflik commognitive tipe WU-R/N/VM-N terjadi di dalam diskursus matematis mahasiswa karena pemahaman tentang materi sebelumnya namun kurang dikuasai dengan baik memengaruhi narasi yang dibangun sehingga memicu penggunaan kata ndash kata (words use) yang bertentangan dengan aturan berlaku baik colloquial maupun literate terjadi di dalam pola (routines) yang dilakukan termasuk visual mediators yang digunakan dan pengungkapan argument dalam kesimpulan (narratives). Kedua konflik commognitive tipe WU-WU-N terjadi di dalam diskursus matematis mahasiswa karena pemahaman soal yang kurang baik (words use) meskipun pola lama berdasarkan ingatan (routines) akan pengetahuan lama (narratives) diterapkan sesuai aturan akan tetapi memori lama dapat memicu pengungkapan istilah (words use) yang bertentangan dengan aturan yang berlaku ketika menarik kesimpulan (narratives). Ketiga konflik commognitive tipe R/N/VM-N terjadi di dalam diskursus matematis mahasiswa ketika subjek melakukan routines sebagai cara lama (ritualized) atau baru (exploratory) menggunakan pengalaman sebelumnya (memorization) dan pengetahuan lama (narratives) dalam menyelesaikan soal serupa termasuk visual mediators tetapi bertentangan dengan aturan yang berlaku sehingga argumen dalam kesimpulan juga berbeda meskipun di dalam penggunaan kata ndash kata dapat dilakukan dengan baik.