Skripsi
Kajian pernikahan pada kalangan mahasiswi dalam perspektif interaksi sosial di Kabupaten Bojonegoro / Ella Dwi Cahyani
Abstrak
Perguruan Tinggi di Indonesia tidak membatasi umur bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikannya sehingga banyak mahasiswa yang sudah menikah tetap melanjutkan perkuliahan. Keputusan menikah saat masih menempuh masa studi akan berpengaruh terhadap penyesuaian diri dalam membagi waktu antara tugas rumah tangga dengan tugas kuliah. Konsep dan definisi yang berkaitan dengan penelitian ini berlandaskan teori Alfred Schutz Mead dan Blumer dan Edward Soja. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif murni sehingga peneliti terlibat secara langsung dan tidak dapat diwakilkan. Subjek yang digunakan adalah mahasiswa perempuan aktif menikah yang tengah menempuh jenjang S1 di Perguruan Tinggi Kabupaten Bojonegoro yang berumur 22-24 tahun. Prosedur pengumpulan data berupa observasi wawancara mendalam dan studi pustaka. Pengambilan data menggunakan metode triangulasi sumber yang dianalisis menurut Miles dan Huberman. Pada tahap reduksi berdasarkan penyaringan data hasil wawancara ditentukan subjek penelitian yang awalnya 11 informan menjadi 7 informan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pernikahan pada mahasiswi didasarkan pada konsep motif sebab dan motif tujuan sehingga muncul suatu pemahaman. Sedangkan interaksi sosial mahasiswi menikah berdasarkan konsep interaksi sosial yang diperkuat oleh dukungan positif dan pandangan masyarakat di sekitar tempat tinggal peneliti yang menggiring opini negatif. Konsep dari Edward Soja membuktikan bahwa mayotitas subjek penelitian berasal dari lingkungan pedesaan atau suburban. Kata Kunci pernikahan mahasiswa persepsi pernikahan interaksi sosial