Disertasi
Pola translasi representasi guru pada pembelajaran matematika berdasarkan kerangka commognitive / Ria Norfika Yuliandari
Abstrak
Representasi matematis mempunyai peran krusial dalam membantu siswa memvisualisasikan dan memahami konsep-konsep matematika yang abstrak. Peran penggunaan representasi matematis sangat mendasar dalam mengoptimalkan proses belajar mengajar. Penggunaan beberapa representasi dengan komposisi dan penghubung yang sesuai dapat menghindarkan dari munculnya kesalahan konsep dalam pembelajaran matematika. Pada saat menggunakan beberapa representasi tersebut kemungkinan akan terjadi translasi antar representasi. Translasi adalah proses kognitif dalam mentransformasikan dari satu jenis representasi ke jenis representasi lainnya. Lesh menekankan pentingnya representasi dalam memahami konsep matematika di sekolah dasar yaitu melalui representasi verbal simbol gambar manipulative dan real life. Pendekatan commognitive mengajukan perspektif yang menarik dengan melihat proses mengajar terkait dengan diskusi pedagogis atau naratif tentang pembelajaran. Komponen-komponen kunci dari pendekatan ini meliputi word use visual mediators routines dan narrative yang telah terbukti dapat digunakan dalam menganalisis proses pembelajaran matematika. Oleh sebab itu maka perlu dilakukan penelitian untuk mendalami penggunaan berbagai representasi beserta pola translasi antar representasi berdasarkan kerangka commognitive yang digunakan oleh guru pada pembelajaran matematika khususnya guru sekolah dasar yang professional dan berpengalaman dalam pembelajaran matematika. Dari penelitian ini diharapkan akan menghasilkan pola translasi representasi berdasarkan kerangka commognitive yang dapat di gunakan untuk pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan representasi dan pola translasi antar representasi yang dilakukan oleh guru sekolah dasar dalam konteks pembelajaran matematika ditinjau dari komponen commognitive. Jenis dan pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian adalah di SDI Surya Buana Kota Malang dengan waktu penelitian adalah 6 minggu pada bulan Januari sampai dengan Februari Tahun 2024. Subyek pada penelitian ini adalah ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu guru kelas 3 sekolah dasar yang profesional dan berpengalaman mengajar (pengalaman mengajar lebih dari 10 tahun). Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan instrumen pendukung lainnya berupa lembar observasi dan pedoman wawancara. Untuk memperkuat kesahihan data penelitian peneliti menggunakan alat pendukung pengumpulan data yang lain seperti kamera audio visual perekam audio dan artefak. Analisis data yang dilakukan oleh peneliti meliputi reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan sedangkan teknik pemeriksaan data dilakukan dengan teknik triangulasi metode. Berdasarkan hasil analisis data penggunaan representasi dalam pembelajaran matematika pada materi pecahan berdasarkan kerangka commognitive melibatkan lima jenis representasi yaitu representasi verbal gambar simbol manipulative dan real life. Representasi verbal digunakan pada kegiatan pendahuluan dengan komponen commognitive word use visual mediators routines dan narrative sedangkan pada kegiatan penutup komponen commognitive yang tidak digunakan yaitu visual mediators. Representasi gambar simbol dan manipulative digunakan pada kegiatan inti dengan komponen commognitive word use visual mediator routines dan narrative. Representasi real life digunakan hanya pada kegiatan pendahuluan sebagai apersepsi dengan komponen commognitive word use visual mediator routines dan narrative. Selain itu terjadi translasi antar representasi pada kegiatan inti pembelajaran yaitu translasi antar representasi manipulative (RM) representasi gambar (RG) dan representasi simbol (RS) sehingga menghasilkan pola yang berbeda. Pola pertama yaitu pola translasi RM-RG-RS digunakan untuk mengenalkan pecahan pertama kali kepada siswa dengan menggunakan benda konkret yang dapat dimanipulasi. Komponen commognitive yang digunakan untuk mendukung proses translasi adalah word use kategori istilah matematika kata sehari-hari dan istilah matematika lainnya dan routines jenis ritual dan jenis perbuatan/deed. Pola kedua yaitu pola translasi RM-RS di gunakan pada materi membandingkan pecahan dan penjumlahan pecahan. Komponen commognitive yang digunakan untuk mendukung proses translasi adalah word use kategori istilah matematika dan routines jenis ritual dan perbuatan/deed. Pola ketiga yaitu pola translasi RS-RG digunakan untuk menunjukkan kepada siswa bentuk penjumlahan pecahan dapat disajikan dalam bentuk simbol dan gambar. Komponen commognitive yang digunakan untuk mendukung proses translasi adalah word use kategori istilah matematika dan kata sehari-hari serta komponen routines yaitu jenis perbuatan/deed. Pola keempat yaitu pola tranlasi RG-RS digunakan untuk mengajarkan pengurangan pecahan. Komponen commognitive yang digunakan untuk mendukung proses translasi adalah word use istilah matematika kata sehari-hari dan istilah matematika lainnya serta komponen routine yaitu jenis perbuatan/deed dan ritual. Pola kelima pola translasi RS-RM-RG-RS-RM-RS digunakan pada materi pengurangan pecahan dengan pertimbangan bahwa siswa sudah memiliki pemahaman yang kuat mengenai konsep pecahan dan operasi penjumlahan pecahan sebelumnya. Komponen commognitive yang digunakan untuk mendukung proses translasi adalah word use istilah matematika kata sehari-hari dan istilah matematika lainnya serta komponen routine yaitu jenis eksplorasi perbuatan/deed dan ritual.