Skripsi
Spatiotemporal on built-up area and population towards urban sprawl in malang city using google earth engine / RAFIKA TRI PUSPITA
Abstrak
Perkembangan pusat-pusat kota merupakan proses pertumbuhan kota yang menyebabkan terjadinya urbanisasi. Proses urbanisasi yang cepat memberikan pengaruh yang besar terhadap lingkungan salah satunya adalah penggunaan lahan dan perubahan tutupan lahan. Hal ini dapat dipicu oleh pembangunan dan pertumbuhan penduduk di suatu wilayah. Kota Malang merupakan kota terpadat kedua di Jawa Timur setelah Kota Surabaya. Selain itu pembangunan di Kota Malang dalam beberapa tahun terakhir juga berdampak pada perubahan penggunaan lahan dan tutupan lahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1) indeks lahan terbangun EBBI NDBI dan UI Kota Malang tahun 2019-2023 2) kepadatan dasimetrik 3) pengukuran jarak dan 4) gradien arah. Hasil perhitungan indeks lahan terbangun menunjukkan bahwa UI memiliki rata-rata akurasi kappa sebesar 0 75 lebih tinggi dari dua indeks lainnya. Pada tahun 2019-2020 luas lahan terbangun Kota Malang mengalami penurunan sedangkan pada tahun 2021-2023. Terjadi peningkatan luas lahan terbangun. Kondisi ini disebabkan oleh adanya pembatasan sosial berskala besar yang menyebabkan penurunan pembangunan di berbagai sektor. Perkembangan urban sprawl di Kota Malang pada tahun 2019-2023 mengarah ke arah utara yaitu di Kecamatan Lowokwaru dan Blimbing. Uji korelasi menunjukkan bahwa variabel jumlah penduduk memiliki korelasi yang kuat dengan variabel urban sprawl (kepadatan) berdasarkan lima kecamatan di Kota Malang.