Skripsi
Tindak tutur direktif dalam film yang patah tumbuh, yang hilang berganti karya herwin novianto / Rizma Purwitasari
Abstrak
Film Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti merupakan sebuah film Indonesia bergenre drama yang diproduksi di bawah arahan sutradara oleh Herwin Novianto. Film ini menarik diteliti karena penggunaan tindak tutur direktif sering ditemukan dalam dialog film ini. Hal tersebut berkaitan dengan usaha Pakdhe Darto yang mencoba menyatukan hubungan Yasmin dengan Hardiman ayahnya. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk fungsi dan strategi tindak tutur direktif dalam film Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti karya Herwin Novianto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan berjenis penelitian deskriptif. Data penelitian ini berupa dialog atau tuturan para tokoh dalam film. Sumber data dalam penelitian ini adalah film Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti karya Herwin Novianto. Penelitian ini menggunakan dua jenis instrumen yaitu instrumen utama dan instrumen pendukung. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama. Instrumen pendukung berupa tabel indikator tabel klasifikasi data dan tabel analisis data. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu (1) simak bebas libat cakap dan (2) teknik catat. Tahapan analisis data meliputi (1) reduksi data (2) penyajian data dan (3) penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam film Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti ditemukan sebanyak 140 data tuturan direktif. Berdasarkan hasil analisis bentuk tindak tutur direktif ditemukan enam bentuk tuturan direktif yaitu (1) bentuk permintaan sebanyak 33 data tuturan (2) bentuk pertanyaan sebanyak 70 data tuturan (3) bentuk perintah sebanyak sembilan data tuturan (4) bentuk larangan sebanyak 12 data tuturan (5) bentuk pemberian izin sebanyak sembilan data tuturan dan (6) bentuk nasihat sebanyak tujuh data tuturan. Fungsi tindak tutur direktif yang ditemukan cukup beragam. Fungsi yang ditemukan yaitu meminta mengajak mendorong menawarkan bertanya menyanggah memerintah melarang mengizinkan menyetujui memaafkan dan menasihatkan. Berdasarkan hasil telaah terdapat temuan baru berupa fungsi menawarkan dan fungsi menyanggah. Strategi tindak tutur direktif ditemukan dua bentuk. Kedua bentuk tersebut yaitu strategi tindak tutur langsung sebanyak 113 data tuturan dan strategi tindak tutur tidak langsung sebanyak 27 data tuturan.