Skripsi
Sinergitas bumdes dan pokdarwis dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan kampung buah ngatas angin di dukuh kedung jeru desa ngetos / Elsa Evi Ayuningtyas
Abstrak
Desa wisata ialah sebuah model pengembangan wisata dengan memanfaatkan potensi dalam pengembangan pariwisata yang tetap memperhatikan aspek kehidupan yang ada. Desa Ngetos sebagai daerah sentra penghasil buah khususnya buah rambutan menghadapai permasalahan pada pengelolaan yang belum optimal pada pelaksanaannya. Oleh karena itu pemberdayaan masyarakat sangat penting dilakukan melalui pengembangan kampung buah Ngatas Angin yang mampu meningkatkan pendapatan warga setempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sinergitas agen pemberdayaan (BUMDes dan Pokdarwis) dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan kampung buah Ngatas Angin di Desa Ngetos. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian di kampung buah Ngatas Angin tepatnya di Desa Ngetos Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti ialah wawancara observasi dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yakni reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan dari data yang diperoleh. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergitas agen pemberdayaan yakni BUMDes dan Pokdarwis pada proses pemberdayaan masyarakat sudah terjalin dengan adanya interaksi sosial yang dapat dilihat dari terciptanya komunikasi kepercayaan tolong menolong serta rasa memiliki sehingga menumbuhkan kerjasama antar individu maupun kelompok yang mempunyai kepentingan bersama pada lingkungan masyarakat. Saran dari penelitian ini adalah agen pemberdayaan dalam memberikan pelatihan diperlukan adanya evaluasi atau monitoring sehingga dapat mengetahui perkembangan dari adanya pelatihan yang telah dilakukan. Diharapkan pengelola berkoordinasi dan berkomunikasi secara efektif dalam pelaksanaan program pemberdayaan. Hal ini dapat dilakukan melalui pertemuan rutin bertukar informasi dan penggunaan teknologi komunikasi.