Skripsi
Sintesis nanopartikel kalsium oksida (cao) dari limbah cangkang telur menggunakan ekstrak kulit bawang merah / Rizka Lazuardy Aulia
Abstrak
Permasalahan penumpukan limbah cangkang telur perlu diatasi agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Cangkang telur merupakan limbah yang memiliki kandungan kalsium yang tinggi. Pemanfaatan cangkang telur sebagai prekursor kalsium untuk sintesis nanopartikel kalsium oksida (CaO) menjadi salah satu bentuk pengolahan limbah secara berkelanjutan. Nanopartikel banyak dikembangkan menggunakan metode sintesis ramah lingkungan. Akan tetapi nanopartikel hasil sintesis memiliki kecenderungan teraglomerasi. Permasalahan aglomerasi dapat diatasi dengan melibatkan agen penstabil yang diperoleh melalui ekstrak tanaman selama proses sintesis. Oleh karena itu penelitian dikembangkan dengan melibatkan ekstrak kulit bawang merah sebagai agen penstabil untuk mengetahui pengaruhnya dalam mengatasi aglomerasi pada nanopartikel CaO. Ekstrak kulit bawang merah digunakan sebagai agen penstabil karena mengandung metabolit sekunder seperti alkaloid flavonoid saponin dan tanin yang dapat mengurangi terjadinya aglomerasi selama proses sintesis nanopartikel. Keberhasilan sintesis CaO dibuktikan dengan terdeteksinya puncak CaO yang memiliki kesamaan sudut 2 theta terhadap standar ICDD pada uji X-Ray Diffraction (XRD). Hasil uji Fourier Transform Infra-Red (FTIR) juga mengkonfirmasi keberadaan CaO yang ditunjukkan dengan adanya vibrasi CaO pada 711 cm. Hasil uji X-Ray Fluorescence (XRF) menunjukkan persentase CaO yang tinggi sekitar 96 37% hingga 96 61%. Hasil uji SEM menunjukkan bahwa penambahan ekstrak kulit bawang merah dapat mengurangi kondisi aglomerasi pada nanopartikel. Selain itu ekstrak kulit bawang merah juga berperan dalam menurunkan ukuran partikel yang dibuktikan dengan penurunan ukuran partikel rata-rata kisaran 64 9-66 9 nm. Nanopartikel CaO menunjukkan sifat optik yang kuat dibuktikan dengan hasil uji UV-Vis DRS yang menunjukkan bahwa sampel memiliki energi celah pita sekitar 3 271 hingga 3 373 eV.