Skripsi
Kinerja campuran asphalt concrete-binder course (ac-bc) menggunakan filler de-oiled bleaching earth (dbe) ditinjau dari parameter marshall / Setiyadi
Abstrak
Lapis AC-BC merupakan bagian dari aspal beton yang memiliki peran dalam menahan beban lalu lintas. Acap kali lapis ini mengalami kerusakan akibat bertambahnya volume kendaraan dan penggunaan material konstruksi yang buruk selain itu terendamnya jalan akibat curah hujan yang tinggi dan sistem drainase yang buruk menjadi alasan lain yang menyebabkan kerusakan lapis AC-BC. Dari hal tersebut perlu adanya perencanaan dan pemilihan bahan perkerasan yang memiliki mutu baik. Penggunaan filler pada campuran beraspal merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan dalam rangka meningkatkan stabilitas dan durabilitas campuran. Limbah DBE merupakan limbah yang dihasilkan dari proses pemurnian limbah Spent Bleaching Earth (SBE). Dengan karakteristik limbah DBE yang serupa dengan bahan filler konvensional sehingga menjadikan limbah DBE memiliki potensi untuk digunakan dalam campuran lapis AC-BC. Tujuan penelitian ini untuk (1) menganalisis karakteristik bahan penyusun AC-BC (2) menganalisis kinerja campuran AC-BC menggunakan filler DBE ditinjau dari parameter Marshall (3) menganalisis durabilitas campuran AC-BC menggunakan filler DBE ditinjau dari Indeks Kekuatan Sisa (IKS). Penelitian dilakukan dengan beberapa tahap (1) pengujian karakteristik bahan penyusun AC-BC (2) menentukan kadar aspal optimum (3) pembuatan benda uji dengan variasi kadar DBE sebagai filler (4) pengujian Marshall dan IKS dan (5) melakukan analisis pembahasan dan kesimpulan dari pengujian. Hasil penelitian menunjukkan (1) karakteristik bahan penyusun AC-BC meliputi agregat kasar agregat halus filler dan aspal telah memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2018 Revisi 2 (2) kinerja campuran AC-BC menggunakan DBE sebagai filler pada variasi kadar 0% 25% 50% 75% dan 100% diperoleh parameter Marshall yang menunjukkan stabilitas MQ VIM dan VMA mengalami penurunan sedangkan flow dan VFA mengalami kenaikan pada masing-masing kadar DBE yang digunakan tidak terdapat kadar yang memenuhi spesifikasi pada keseluruhan parameter Marshall (3) nilai IKS pada perendaman 24 jam menunjukkan campuran dengan kadar DBE 75% memiliki nilai IKS tertinggi 98 576% dan pada perendaman 48 jam menunjukkan campuran dengan kadar DBE 100% memiliki nilai IKS tertinggi 94 914%. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kadar DBE dengan variasi 0%-100% tidak terdapat kadar yang memenuhi spesifikasi pada keseluruhan parameter Marshall sehingga filler DBE tidak cocok digunakan dalam campuran AC-BC.