Skripsi
Analisis kegagalan floating shaft pada menara pendingin pt geo dipa energi dieng / Ahmad Ulinuha
Abstrak
Floating shaft merupakan perangkat yang digunakan untuk menghubungkan ujung poros motor dengan ujung gearbox dan mendistribusikan torsi pada saat yang sama. Floating shaft dalam menara pendingin memiliki peranan sangat penting dalam proses pendinginan air dari pembangkit listrik. Kegagalan floating shaft akan mempengaruhi dalam proses pendinginan air diperlukan analisis kegagalan mengetahui penyebab terjadinya kegagalan atau kerusakan pada floating shaft dengan melakukan beberapa pengujian dan simulasi. Pengujian dilakukan dalam beberapa aspek seperti simulasi uji makrostruktur uji mikrostruktur uji komposisi kimia dan uji tarik Hasil simulasi menunjukan bahwa nilai tegangan principal maksimum sebesar 9.28 MPa berada pada titik antara spenser dan hub. Nilai deformasi sebesar 45.502 mm dan regangan sebesar 0.0476 mm. Umur kelelahan dari pendekatan tegangan dan regangan dihasilkan sebesar 1x106 siklik dan 1x107 siklik termasuk dalam kategori siklus tak hingga. Hasil uji komposisi kimia diketahui bahwa komponen floating shaft ini termasuk material composite carbon fiber yang memiliki kekuatan tinggi dan bersifat getas tahan korosi dan tahan thermal. Hasil pengujian makroskopi menunjukan terdapat empat titik kerusakan atau kegagalan pada floating shaft dengan berbagai arah. Terdapat benchmark pada komponen menunjukan bahwa komponen mengalami pembebanan yang fluktuasi. Hasil pengujian mikroskopi menunjukan bahwa komponen memiliki kekuatan tinggi dengan adanya dimple garis striasi dan kekasaran permukaan yang halus. Hasil pengujian tarik material menunjukan tegangan maksimal sebesar 359.8 MPa dengan pembebanan terbesar yang dapat diterima material sebesar 1900.2 kgf.