Disertasi
Pengaruh strategi pembelajaran problem based online learning dan online self efficacy terhadap kemampuanberpikir kritis dan kreatif dalam pembelajaran bahasa inggris / Pamadya Vitasmoro
Abstrak
RINGKASAN Vitasmoro Pamadya 2024. Pengaruh Strategi Pembelajaran Problem Based Online Learning (PBOL) Dan Online Self-Efficacy (OSE) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Kemampuan Berpikir Kreatif Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Disertasi Program Studi S3 Teknologi Pembelajaran Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Punaji Setyosari M.Pd. M.Ed. (II) Prof. Drs. Bambang Yudi Cahyono M.Pd. M.A. Ph.D. (III) Prof. Dr. Dedi Kuswandi M.Pd. Kata-kata kunci Problem Based Online Learning OSE kemampuan berpikir kritis kemampuan berpikir kreatif Problem Based Online Learning (PBOL) adalah aktivitas pembelajaran yang sangat diminati oleh banyak mahasiswa dimana perangkat sinkronous dan asinkronous diintegrasikan dalam PBL dengan menggunakan bermacam-macam variabel. Strategi pembelajaran PBOL bisa menjadi strategi pembelajaran yang tepat dipilih untuk memacu mahasiswa aktif dalam pembelajaran dan melatih mahasiswa berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah yang merupakan salah satu keterampilan yang dibutuhkan oleh lulusan pada abad 21. Strategi pembelajaran PBOL sangat efektif digunakan pada pembelajaran Bahasa Inggris karena bisa meningkatkan motivasi mahasiswa dalam belajar Bahasa Inggris meningkatkan kemampuan berpikir kritis meningkatkan keterampilan berkolaborasi dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris untuk berbagai konteks. Salah satu penentu keberhasilan belajar secara online salah satunya adalah tingkat Online self-efficacy dimana dalam suatu penelitian menyebutkan bahwa mahasiswa dengan OSE tinggi ketika menghadapi hambatan dalam belajar maka siswa tersebut akan terus berusaha. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan faktorial 2 x 2. 81 mahasiswa dibagi menjadi dua kelompok kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Ada dua variabel dalam penelitian ini variabel bebas (disebut sebagai independent variable) dan variabel terikat (dependent variable). OSE dan Strategi Pembelajaran Berbasis Problem adalah variabel bebas. Selain variabel terikat yaitu kemampuan kreatif dan kritis ada variabel lain yang perlu dikontrol. Faktor-faktor ini termasuk kompetensi dan kualifikasi dosen serta kesungguhan mereka dalam menjalankan proses pendidikan. Faktor lain termasuk fasilitas dan prasarana kampus seperti ruang kelas lab bahasa internet dan wifi. Akibatnya kedua variabel ini diasumsikan konstan sehingga dianggap tidak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap variabel terikat atau variabel hasil belajar. Analisis statistik MANOVA digunakan untuk memeriksa penelitian ini. Hipotesis nol diuji pada taraf signifikansi 5% ( alpha 0 05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran Bahasa Inggris antara kelas yang diberi perlakuan dengan strategi PBOL dan kelas kontrol konvensional (2) tidak ada perbedaan kemampuan berpikir kritis pebelajar dengan tingkat OSE yang berbeda dalam pembelajaran Bahasa Inggris dan (3) tidak ada pengaruh interaksi antara strategi PBOL dan tingkat OSE terhadap kemampuan berpikir kritis. 4) ada perbedaan kemampuan berpikir kreatif dalam pembelajaran Bahasa Inggris antara kelas yang diberi perlakuan dengan strategi PBOL dan kelas kontrol konvensional (5) tidak ada perbedaan kemampuan berpikir kreatif pebelajar dengan tingkat OSE yang berbeda dalam pembelajaran Bahasa Inggris dan (3) tidak ada pengaruh interaksi antara strategi PBOL dan tingkat OSE terhadap kemampuan berpikir kritis. Dengan demikian pendekatan pembelajaran PBOL memiliki keunggulan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif dibandingkan dengan pendekatan pembelajaran konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara mahasiswa dengan OSE tinggi dan rendah dalam kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berpikir kreatif antara mahasiswa dengan OSE yang berbeda ( tinggi dan rendah) pada pembelajaran bahasa Inggris. Namun meskipun hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh interaksi antara strategi pembelajaran dengan teknologi OSE dalam pembelajaran Bahasa Inggris institusi pendidikan diharapkan tetap menggunakan teknologi IT yang terkait dengan pembelajaran supaya pebelajar dapat mengikuti perkembangan dunia teknologi dalam pembelajaran mereka.